
KOTA TANGERANG – Ribuan anak muda mengubah wajah Kota Tangerang pada Minggu (16/8/2026). Sehari sebelum HUT ke-81 Republik Indonesia, sekitar 1.000 pemuda dari berbagai daerah di Banten turun ke jalan membawa Merah Putih sepanjang 81 meter, bergerak dari Stadion Benteng menuju Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Kirab bertajuk “Bersatu dalam Kemerdekaan, Melangkah Menuju Indonesia Maju” tersebut digagas Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON) Indonesia. Bendera raksasa menjadi simbol utama perjalanan kirab, sekaligus menggambarkan usia Republik Indonesia yang memasuki 81 tahun. Rangkaian acara semakin semarak dengan marching band, tari tradisional, atraksi debus, hingga deklarasi sikap kebangsaan.
Dari Stadion Benteng, rombongan bergerak menuju Taman Elektrik dan mendapat sambutan masyarakat sepanjang jalur. Gubernur Banten Andra Soni ikut berjalan bersama peserta, didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin dan jajaran pemerintah daerah. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap ruang kreativitas anak muda dalam momentum kemerdekaan.
Andra Soni menilai kemerdekaan harus diisi dengan sesuatu yang relevan dengan tantangan generasi sekarang. Menurutnya, anak muda memiliki posisi penting dalam melahirkan inovasi, membuka peluang, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat. Ia mengajak generasi muda Banten memperkuat persatuan, gotong royong, kreativitas, teknologi, dan intelektualitas sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
“Mari kita jaga persatuan, kita perkuat gotong royong. Kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata. Kita bangun Banten sebagai bagian penting mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Andra Soni.
Sementara itu, Sachrudin menyebut kirab tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, semangat perjuangan generasi terdahulu kini dapat diteruskan melalui persatuan, pembelajaran, karya, dan kontribusi nyata. Ia pun mendorong anak muda agar berani memiliki cita-cita besar sekaligus ikut menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut terasa semakin relevan karena lokasi kegiatan berada tidak jauh dari jejak sejarah perjuangan pemuda di Tangerang. Dalam kesempatan itu, Andra mengingatkan Peristiwa Lengkong pada 25 Januari 1946, ketika Mayor Daan Mogot memimpin para kadet Akademi Militer Tangerang dalam upaya merebut senjata dari tentara Jepang. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa pemuda memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa sejak masa awal kemerdekaan.
Dengan membawa Merah Putih sepanjang 81 meter, ribuan pemuda itu akhirnya tiba di Taman Elektrik. Kirab kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera kepada masyarakat serta deklarasi sikap kebangsaan. Bagi para peserta, panjang bendera bukan sekadar angka, tetapi simbol 81 tahun perjalanan Indonesia yang harus diteruskan dengan semangat persatuan dan kerja nyata. (red)





