Pemkot Tangerang Minta Panitia Kurban Stop Plastik Sekali Pakai Saat Bagikan Daging Kurban.

KOTA TANGERANG – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan timbulan sampah yang biasanya meningkat selama perayaan hari besar keagamaan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, pemerintah mengimbau panitia kurban, pengurus lingkungan, hingga masyarakat untuk beralih menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, wadah anyaman, maupun kantong yang dapat digunakan kembali.

Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi mengatakan, momentum Iduladha dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai yang berpotensi mencemari lingkungan.

“Imbauan ini tentunya ditujukan kepada panitia kurban, pengurus lingkungan, hingga masyarakat agar mulai beralih menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan. Seperti besek bambu, daun pisang, wadah anyaman, maupun kantong yang dapat digunakan kembali,” ujar Wawan, Jumat (22/05/2026).

Menurutnya, selain membantu mengurangi sampah plastik, penggunaan kemasan alami juga memiliki nilai tambah karena mampu menjaga kualitas daging kurban tetap baik selama proses distribusi kepada masyarakat. Cara ini sekaligus mendukung gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan yang terus digencarkan Pemerintah Kota Tangerang.

“Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan kemasan alami mampu menjaga kualitas daging kurban tetap baik dan aman saat didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya soal kemasan, DLH juga mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah sisa penyembelihan hewan kurban secara benar. Sampah organik seperti darah, isi rumen, maupun bagian hewan yang tidak dimanfaatkan harus ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan bau, pencemaran lingkungan, maupun gangguan kesehatan bagi warga sekitar.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus tanggung jawab terhadap lingkungan. Menurutnya, semangat berbagi melalui kurban harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

“Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan dan kepedulian. Karena itu, mari kita wujudkan tidak hanya dengan berbagi kepada sesama, tetapi juga dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Sachrudin.

Ia berharap seluruh panitia kurban dapat menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam setiap tahapan pelaksanaan kurban, mulai dari penggunaan kemasan, pengelolaan sampah, hingga proses distribusi daging kepada masyarakat. Dengan begitu, perayaan Iduladha tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan.

Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang optimistis kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik akan semakin meningkat dan menjadi kebiasaan baik yang terus diterapkan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang. (red)

Artikulli paraprakTak Penuhi Standar Kesehatan, Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang Dilarang Dijual
Artikulli tjetërBukan Hanya Kurban, Benyamin Minta Warga Tangsel Kurangi Sampah Plastik saat Iduladha