Kiasnawi Jadi Pintu Baru Menuju Pasar Anyar.

KOTA TANGERANG – Kawasan Jalan Kiasnawi, Kota Tangerang, bersiap memasuki tahap penataan untuk memperkuat konektivitas antara Stasiun Tangerang dan kawasan niaga Pasar Anyar. Rencana tersebut kini memasuki tahap finalisasi kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kepala Bappeda Kota Tangerang Yeti Rohaeti mengatakan, kerja sama tersebut diperlukan agar penataan kawasan dapat berjalan secara terpadu, mengingat Jalan Kiasnawi menjadi salah satu jalur yang mempertemukan aktivitas transportasi dan perdagangan.

“Jadi nantinya kita ada kerja sama kesepakatan dengan kedua pihak guna rencana penataan Jalan Kiasnawi ini berjalan lancar,” kata Yeti dalam keterangannya di Tangerang.

Pembahasan mengenai rencana tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan. Pemerintah daerah kini mematangkan kesepakatan dengan pihak terkait sebelum pelaksanaan penataan dilakukan.

Menurut Yeti, pembenahan Kiasnawi memiliki nilai strategis karena kawasan ini menjadi salah satu akses bagi masyarakat yang datang ke pusat perdagangan Pasar Anyar melalui transportasi kereta api. Kondisi akses yang lebih tertata diharapkan memberikan pengalaman yang lebih nyaman, terutama bagi masyarakat dari luar Kota Tangerang.

Penataan nantinya tidak hanya menyentuh kondisi jalan, tetapi juga sistem pergerakan kendaraan dan aktivitas di ruang publik. Pemerintah berencana membenahi alur lalu lintas, menyediakan area khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, serta mengatur lokasi parkir agar tidak mengganggu arus kendaraan.

“Oleh karenanya, kami ingin menata kembali kawasan ini mulai dari sisi transportasinya, akses jalannya, sampai parkirnya sehingga bisa tertib lagi untuk menjadi destinasi yang nyaman dikunjungi semua kalangan,” ujar Yeti.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan parkir liar dan aktivitas perdagangan yang masih menggunakan badan jalan. Kondisi tersebut dinilai perlu ditata agar fungsi jalan tetap berjalan optimal tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain pengaturan kendaraan, pemerintah juga akan menata keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan. Penataan tersebut diarahkan agar kegiatan perdagangan tetap dapat berlangsung tanpa mengurangi kenyamanan maupun kelancaran mobilitas pengguna jalan.

“Kami sudah menyiapkan rencana penataannya seperti mengatur alur lalu lintasnya sampai menyiapkan kawasan khusus untuk drop-off penumpang, jadi tidak ada lagi istilahnya parkir sembarangan termasuk menata para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sana,” kata Yeti.

Dengan konsep tersebut, Jalan Kiasnawi diharapkan tidak hanya menjadi jalur penghubung, tetapi juga mampu mendukung kawasan Pasar Anyar sebagai salah satu pusat perdagangan Kota Tangerang. Kolaborasi dengan DJKA dan KAI menjadi bagian penting agar penataan sisi transportasi dan kawasan perdagangan dapat berjalan selaras. (red)

Artikulli paraprakAbu Vulkanik Krakatau Meluas, Tangerang Perkuat Kewaspadaan