
KOTA TANGERANG – Menuntaskan lari 10 kilometer tentu menjadi pencapaian tersendiri. Namun, bagi peserta Tangerang 10K 2026, garis finis bukan berarti perjalanan harus langsung berakhir. Setelah berolahraga, peserta dan pendamping bisa melanjutkan aktivitas dengan menikmati berbagai kuliner khas yang menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke Kota Tangerang.
Tangerang 10K 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Mengusung tema “Made To Move”, kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat menjalani gaya hidup aktif, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan sport tourism dengan menggabungkan olahraga dan wisata kota.
Salah satu cara sederhana menikmati Kota Tangerang setelah berlari adalah berburu makanan khas. Beragam pilihan kuliner tersedia, mulai dari hidangan berkuah hingga jajanan yang dapat ditemukan di kawasan-kawasan kuliner dan pusat aktivitas masyarakat.
Laksa Tangerang menjadi salah satu menu yang patut masuk daftar. Hidangan ini dikenal dengan kuah gurih berbumbu rempah yang disajikan bersama mi berbahan beras dan sejumlah pelengkap. Kuliner tersebut dapat dijumpai antara lain di Kawasan Kuliner Laksa maupun kawasan Pasar Lama.
Bagi yang menginginkan sajian berkuah dengan karakter rasa berbeda, Soto Benteng Bang Udin bisa menjadi pilihan. Kuliner yang berada di Jalan Saham, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, ini menggunakan daging dan jeroan sapi yang terlebih dahulu dibakar sebelum disajikan. Proses tersebut memberikan aroma dan cita rasa smoky yang menjadi salah satu kekhasannya.
Pilihan lainnya adalah Sate H. Ishak di kawasan Pasar Lama. Berdiri sejak 1954, usaha kuliner tersebut mempertahankan resep keluarga secara turun-temurun. Setelah menikmati sate, pengunjung juga bisa berjalan-jalan menyusuri kawasan Pasar Lama yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas kuliner dan perdagangan di Kota Tangerang.
Untuk menu yang lebih sederhana, Bubur Ayam Spesial Ko Iyo dapat menjadi alternatif. Kuliner yang berada di kawasan Pasar Lama tersebut telah hadir sejak 1966 dan mempertahankan resep keluarga selama puluhan tahun. Sajian ini cocok bagi peserta yang ingin mengisi kembali energi setelah menyelesaikan lintasan.
Bukan hanya makanan utama, kawasan Pasar Lama juga menawarkan pilihan jajanan yang beragam. Sepanjang Jalan Kisamaun, pengunjung dapat menemukan makanan tradisional hingga kuliner kekinian dalam satu kawasan. Keramaian dan suasana kawasan tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta dari luar daerah untuk melihat lebih dekat kehidupan kuliner Kota Tangerang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, sebelumnya menyampaikan bahwa kehadiran ribuan pelari dalam Tangerang 10K juga menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi Kota Tangerang. Menurutnya, peserta dari luar daerah dapat mengenal berbagai daya tarik kota, termasuk kuliner dan UMKM.
“Selain mendorong gaya hidup sehat dan memperkuat ekosistem lari, kehadiran ribuan pelari juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Kota Tangerang, termasuk kuliner, UMKM, dan berbagai daya tarik kota kepada peserta dari luar daerah,” ujar Kaonang.
Dengan begitu, Tangerang 10K 2026 tidak berhenti pada aktivitas berlari. Peserta dapat menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk beristirahat, menikmati makanan khas, menjelajahi kawasan kota sekaligus ikut menggerakkan usaha kuliner dan UMKM lokal.
Bagi pelari yang datang dari luar Kota Tangerang, satu hari di Tangerang pun bisa memiliki paket lengkap: berolahraga di pagi hari, menikmati kuliner lokal setelahnya, lalu mengenal lebih jauh karakter kota yang menjadi tuan rumah. (red)





