Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid.

KOTA TANGERANG – Banyaknya posisi pekerjaan yang ditawarkan dalam pameran bursa kerja belum menjadi jaminan berkurangnya angka pengangguran secara signifikan. Hal ini yang menjadi alasan Komisi II DPRD Kota Tangerang meminta pemerintah daerah setempat untuk meninjau ulang efektivitas pelaksanaan Job Fair secara menyeluruh.

Langkah evaluasi ini dinilai sangat mendesak. Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2026 dari BPS Kota Tangerang, tercatat ada 12.675 lulusan perguruan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, pemerintah daerah sebenarnya aktif membuka kesempatan kerja, seperti pada ajang Job Fair Online edisi Kemerdekaan Agustus 2026 yang menyediakan 2.126 posisi dari 16 perusahaan untuk 69 formasi jabatan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid, menegaskan bahwa indikator utama kesuksesan pameran lowongan kerja terletak pada seberapa banyak warga lokal yang akhirnya resmi direkrut oleh perusahaan, bukan sekadar memajang angka lowongan.

Tingginya minat masyarakat pada setiap gelaran Job Fair mencerminkan betapa besarnya kebutuhan akan lapangan pekerjaan saat ini. Kemal Fasya Madjid menambahkan bahwa tantangan terbesarnya adalah menyelaraskan antara kemampuan pencari kerja dengan kriteria yang dicari oleh dunia industri.

Oleh karena itu, penyusunan kebijakan ketenagakerjaan harus memadukan antara pemetaan kebutuhan pasar usaha, program pelatihan keterampilan, dan pelaksanaan pameran kerja. Pemkot Tangerang diharapkan dapat memantau perkembangan para pelamar secara berkala, mulai dari jumlah peserta yang berhasil lolos seleksi hingga sektor industri yang paling banyak menyerap tenaga kerja. (bro)

Artikulli paraprakJangan Remehkan Kebaikan Kecil, Bisa Jadi Itu Jalan Ampunan
Artikulli tjetërBursa Jumat Pagi Menghijau, BUMI-BULL Masuk Radar Investor