
TANGSEL – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meminta para lurah tidak sekadar menjalankan urusan administrasi pemerintahan. Di tengah masyarakat, lurah harus mampu membaca persoalan dan hadir memberikan solusi.
Menurut Pilar, lurah merupakan ujung tombak pemerintah daerah karena kinerjanya bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Keberhasilan seorang lurah bukan hanya terlihat dari tertibnya administrasi, tetapi juga dari kondisi lingkungan serta kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.
“Kita ini sebagai pelayanan masyarakat, tentu saja masyarakat sangat mengharapkan betul kinerja kita. Maka itu, lurah merupakan ujung tombak pemerintahan karena kinerjanya tidak hanya dinilai dari aspek administrasi pemerintahan, tetapi juga dari kondisi lingkungan dan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat secara langsung,” kata Pilar di Tangerang, Rabu (16/9/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa integritas harus diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, bukan berhenti sebagai materi dalam kegiatan bimbingan teknis. Aparatur, kata Pilar, perlu menjadikan setiap tugas sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
“Kita hadir di sini untuk sama-sama memahami bahwa kita harus melakukan kegiatan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.
Pesan mengenai integritas tersebut juga diarahkan kepada keluarga para lurah. Pilar menilai pasangan dan keluarga memiliki peran penting untuk saling mengingatkan, terutama berkaitan dengan sikap, perilaku dan sumber penghasilan agar tidak berasal dari sesuatu yang bukan hak.
“Dengan jabatan yang diamanahkan ini, penting kita menjaga sikap baik diri sendiri sebagai pejabat maupun keluarga kita. Kalau kita enggak bisa kontrol, kadang-kadang permasalahan juga bisa dari pasangan ataupun keluarga kita,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak 54 lurah bersama pasangan di Kota Tangerang Selatan telah mengikuti bimbingan teknis keluarga berintegritas yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya terkait upaya pencegahan korupsi.
Pilar berharap materi tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Para lurah dan pasangan diminta menjadikan keluarga sebagai lingkungan pertama untuk saling mengingatkan agar tetap berada dalam koridor yang benar.
Selain persoalan integritas, Pilar meminta lurah memberi contoh dalam menjaga kebersihan, ketertiban serta kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, kepercayaan warga dapat tumbuh melalui tindakan nyata dan sederhana yang menunjukkan pemerintah benar-benar hadir.
“Jangan sampai kita melihat ada masalah, tapi tidak diperbaiki. Kita harus jaga kepercayaan masyarakat bahwa kita bekerja dengan baik, dengan penuh kejujuran dan integritas,” ucapnya.
Pilar turut mengingatkan pentingnya menjaga independensi dan loyalitas dalam menjalankan tugas. Loyalitas kepada pimpinan maupun organisasi, menurutnya, tetap harus berjalan sesuai aturan dan tidak boleh mengabaikan prinsip integritas.
“Selain menjaga integritas dalam pekerjaan, saya meminta para lurah dan pasangan masing-masing untuk saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat,” pungkas Pilar. (red)





