Selat Sunda Belum Menjawab, 5 Jurnalis Masih Dicari. (ilustrasi AI)

PANDEGLANG – Tujuh hari sudah berlalu sejak lima jurnalis bersama tiga awak kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga Senin (14/9/2026), pencarian masih terus dilakukan dengan kekuatan yang diperbesar.

Basarnas mengerahkan 18 kapal dan satu helikopter untuk menyisir wilayah perairan yang diperluas hingga 6.649 mil laut persegi. Area pencarian dibagi menjadi enam sektor laut dan satu sektor udara untuk memperbesar peluang menemukan delapan orang yang masih dinyatakan hilang.

Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan pencarian hari ketujuh menjadi bagian dari upaya maksimal tim gabungan dengan mempertimbangkan kondisi arus laut dan kemungkinan pergerakan objek yang dicari.

Fokus pencarian juga diarahkan ke sektor X dengan mengerahkan 11 kapal. Selain penyisiran laut, tim gabungan melakukan pencarian di sejumlah wilayah pesisir dan pulau yang berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya, tim SAR menemukan sejumlah benda saat melakukan penyisiran, di antaranya jeriken minyak, helm dan dua jaket pelampung. Namun, hingga perkembangan terakhir, belum ada konfirmasi bahwa benda-benda tersebut berkaitan langsung dengan keberadaan rombongan yang dicari.

Kelima jurnalis yang hilang yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance. Mereka berangkat bersama dua awak kapal dan seorang pemandu menggunakan speedboat dari kawasan Carita menuju sekitar Gunung Anak Krakatau.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian luas dari insan pers. Dewan Pers menyampaikan keprihatinan dan meminta proses pencarian terus dilakukan, sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan jurnalis ketika menjalankan tugas di wilayah bencana.

Pencarian kali ini berlangsung di tengah kondisi kawasan Gunung Anak Krakatau yang masih berada dalam aktivitas vulkanik. Karena itu, keselamatan personel SAR juga menjadi bagian penting dalam setiap operasi penyisiran.

Tujuh hari berlalu tanpa kabar dari delapan orang tersebut. Namun, operasi pencarian masih berjalan. Harapan keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat kini tertuju pada satu hal: semoga rombongan yang berangkat untuk mencari berita itu segera ditemukan dalam keadaan selamat. (red)

Artikulli paraprakTangsel Cari NGELOGOIN HUT ke-18, Talenta Kreatif Dipanggil
Artikulli tjetërIHSG Berdarah, Saham Bank Kasih Angin Segar