
TANGSEL – Suasana haru menyertai pelepasan 393 jemaah haji Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Islamic Center Baiturrahmi, Rabu (22/04/2026). Di balik momen penuh doa dan harapan itu, kesiapan layanan haji kembali menjadi sorotan, terutama dalam memastikan kenyamanan jemaah sejak keberangkatan.
Pelepasan kloter pertama ini menjadi awal dari total 1.102 jemaah Tangsel yang akan diberangkatkan tahun ini. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan optimal, mulai dari transportasi hingga pendampingan selama perjalanan.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyebut bahwa seluruh jemaah akan didampingi petugas profesional, termasuk tenaga kesehatan, untuk memastikan keamanan selama ibadah.
“Kami pastikan semua jemaah terlayani dengan baik, baik dari sisi kesehatan maupun fasilitas,” ujarnya.
Namun, setiap musim haji selalu membawa tantangan tersendiri. Kepadatan jadwal, kondisi fisik jemaah—terutama lansia—hingga potensi kelelahan dalam perjalanan menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara serius.
Di sisi transportasi, Pemkot Tangsel telah menyiapkan sekitar 10 bus untuk mengangkut jemaah menuju embarkasi. Meski demikian, efektivitas pengaturan waktu dan koordinasi di lapangan tetap menjadi kunci agar tidak terjadi penumpukan atau keterlambatan.
Selain itu, kualitas pendampingan juga menjadi perhatian. Keberadaan petugas bersertifikat dinilai penting, namun implementasi di lapangan sering kali bergantung pada respons cepat terhadap kondisi jemaah yang beragam.
Momen emosional saat pelepasan—tangis keluarga dan harapan jemaah—menjadi pengingat bahwa perjalanan ini bukan sekadar logistik, tetapi juga pengalaman spiritual yang membutuhkan kenyamanan sejak awal.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada kesiapan administratif, tetapi juga memastikan pelayanan berjalan konsisten hingga tahap kepulangan.
Dengan jumlah jemaah yang cukup besar, pelaksanaan haji tahun ini menjadi ujian nyata: apakah sistem yang disiapkan mampu menjawab kebutuhan jemaah secara optimal, atau masih menyisakan celah di lapangan. (red)





