Dari Stunting 19,9 Persen ke 9 Persen, Tangsel Panen Penghargaan Nasional dan Dana Rp1 Miliar

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kota Tangsel berhasil meraih penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Dalam rilis yang diterima redaksi disebutkan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, kepada Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam acara yang berlangsung di Yogyakarta, Kamis (04/06/2026). Selain trofi penghargaan, Tangsel juga menerima dana apresiasi senilai Rp1 miliar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pengakuan nasional ini diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka kemiskinan dan stunting melalui program yang terintegrasi, inovatif, serta berkelanjutan. Penilaian mencakup efektivitas layanan dasar, kolaborasi lintas sektor, kualitas intervensi di tingkat kelurahan, hingga capaian nyata yang dirasakan masyarakat.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah keberhasilan Kota Tangsel dalam menurunkan prevalensi stunting secara signifikan. Jika sebelumnya angka stunting sempat berada di kisaran 19,9 persen, berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah daerah berhasil menurunkannya hingga menyentuh angka sekitar 9 persen. Pemerintah Kota Tangsel bahkan menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan menjadi 7,05 persen pada 2027.

Di sisi lain, capaian penanggulangan kemiskinan juga menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat kemiskinan di Kota Tangerang Selatan berada di angka 2,36 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di Provinsi Banten. Capaian tersebut ditopang oleh berbagai program bantuan sosial, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader di lapangan, hingga para pemangku kepentingan yang selama ini terlibat aktif dalam mendukung program pembangunan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting. Ini bukan hanya prestasi pemerintah daerah, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang bersama-sama bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup warga Tangerang Selatan,” ujar Benyamin.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan masih cukup besar. Karena itu, Pemkot Tangsel akan terus memperkuat program yang menyasar kelompok rentan, memperluas akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta memastikan setiap intervensi berjalan tepat sasaran hingga tingkat lingkungan terkecil.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan kita belum selesai. Kami akan terus memastikan program-program yang dijalankan memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa apresiasi tersebut diberikan kepada pemerintah daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik sekaligus menghadirkan dampak nyata melalui berbagai program pembangunan. Menurutnya, masih banyak kepala daerah yang berhasil melakukan terobosan dan inovasi sehingga layak mendapatkan ruang apresiasi di tingkat nasional.

“Program penghargaan ini akan terus berlanjut dengan berbagai tema pembangunan lainnya. Tujuannya untuk mendorong daerah terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Tito.

Prestasi yang diraih Kota Tangerang Selatan menjadi bukti bahwa kolaborasi, inovasi, dan konsistensi dalam menjalankan program pembangunan mampu menghasilkan perubahan yang nyata. Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menjadi dorongan bagi Tangsel untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju kota yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing. (red)

Artikulli paraprakJangan Libatkan Anak-anak Dalam Konflik! Kisruh SDIP Pamulang Tuai Keprihatinan
Artikulli tjetërVietnam di Depan Mata! Timnas U-19 Belum Aman Meski Dua Kali Menang