Tanam Pohon Digencarkan, Tapi Sampah Masih Berserakan di Situ Cihuni!

KABUPATEN TANGERANG – Peringatan Hari Bumi 2026 di Kabupaten Tangerang diwarnai aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Rabu (22/4/2026). Namun di balik kegiatan penghijauan tersebut, persoalan kesadaran lingkungan masyarakat masih menjadi sorotan.

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya jangka panjang menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas udara.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap masa depan bumi. Targetnya, ruang terbuka hijau di Kabupaten Tangerang bisa mencapai 20 hingga 25 persen agar lingkungan tetap sehat,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Bumi harus menjadi momentum refleksi bahwa lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan sektor swasta.

Selain penghijauan, Pemkab Tangerang juga mendorong gerakan kebersihan lingkungan melalui kegiatan rutin korvey setiap Kamis dan Jumat, sejalan dengan program nasional penguatan lingkungan hidup.

Namun, Intan mengungkapkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan, khususnya di kawasan publik seperti Situ Cihuni yang ramai dikunjungi untuk olahraga dan rekreasi.

“Saya melihat langsung masih banyak sampah berserakan. Ini harus jadi perhatian, termasuk penyediaan tempat sampah yang memadai oleh pengelola,” tegasnya.

Data menunjukkan, peningkatan aktivitas masyarakat di ruang publik sering kali tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang optimal, sehingga berpotensi merusak kualitas lingkungan jika tidak ditangani secara serius.

Pemkab Tangerang juga mengapresiasi peran komunitas dan organisasi seperti Yayasan Banksasuci Foundation yang turut menginisiasi kegiatan penghijauan dan edukasi lingkungan di masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Intan.(red)

Artikulli paraprakKolaborasi Disbudpar dan PHRI, Tenaga Pariwisata Tangerang Didorong Lebih Profesional
Artikulli tjetërHarapan Besar Jemaah, Tapi Pelayanan Siapkah Hadapi Realita Lapangan?