
LEBAK – Tradisi tahunan Seba Baduy 2026 dipastikan akan kembali digelar pada 23 hingga 26 April 2026. Puncak acara dijadwalkan berlangsung di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dan diproyeksikan menjadi magnet besar bagi wisatawan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak menyebut, Seba Baduy tahun ini kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nasional (KEN) Kementerian Pariwisata, yang menandakan pentingnya event ini sebagai bagian dari promosi budaya nasional.
Kepala Disbudpar Lebak, Yosep M. Holis, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan sekitar 35 ribu pengunjung akan hadir selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Target kunjungan wisatawan pada Seba Baduy 2026 mencapai 35 ribu orang,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).
Menurut Yosep, Seba Baduy tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya masyarakat adat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.
Ia menilai momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong kebangkitan ekonomi daerah, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan selama pelaksanaan event.
“Mari bersama-sama menjadi endorser Kabupaten Lebak dengan memanfaatkan media sosial untuk menarik wisatawan datang,” ajaknya.
Selama empat hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan akan diisi dengan berbagai agenda pendukung, mulai dari pameran produk UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga kegiatan camping ground yang terbuka bagi masyarakat.
Dalam prosesi utamanya, masyarakat Baduy akan menjalankan tradisi Seba Baduy Letik, yakni bersilaturahmi dengan Bupati Lebak sebelum melanjutkan perjalanan untuk bertemu Gubernur Banten sebagai bagian dari penyampaian amanat adat.
Tradisi ini menjadi simbol kuat hubungan harmonis antara masyarakat adat dengan pemerintah, sekaligus pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam dan budaya di tengah perkembangan zaman.
Dengan masuknya Seba Baduy dalam agenda nasional, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap event ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu memperkuat posisi Banten sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.(red)





