Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan.

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan sebanyak 9.976 kursi untuk penerimaan peserta didik baru jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Selain itu, Pemkot juga mengalokasikan program beasiswa bagi sekitar 5.000 siswa yang melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan yang layak. Menurutnya, kebutuhan pendidikan tingkat SMP terus meningkat seiring bertambahnya jumlah lulusan sekolah dasar setiap tahun.

“Selain kuota SMP Negeri yang mencapai hampir 10 ribu kursi, kami juga menyiapkan program beasiswa sekolah swasta bagi sekitar 5.000 siswa. Kami optimistis kebutuhan akses pendidikan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Pilar, Senin (8/6/2026).

Data Pemkot Tangsel mencatat, setiap tahun terdapat sekitar 25.000 lulusan SD sederajat. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.000 hingga 15.000 siswa biasanya mendaftar ke SMP negeri, sementara daya tampung sekolah negeri masih terbatas. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Tangsel terus melakukan penambahan kapasitas pendidikan melalui pembangunan sekolah baru serta memperkuat kemitraan dengan sekitar 100 sekolah swasta yang tersebar di berbagai wilayah. Program ini juga menjadi bagian dari target pembangunan sektor pendidikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Sambil memberikan beasiswa bagi siswa yang bersekolah di swasta, kami juga terus membangun SMP negeri baru. Dalam RPJMD, selama lima tahun ke depan direncanakan pembangunan tujuh sekolah baru untuk memperluas akses pendidikan masyarakat,” jelas Pilar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, menjelaskan seluruh proses SPMB tahun ini dilakukan secara daring. Pendaftaran juga terbuka bagi lulusan luar daerah, lulusan Paket A, hingga lulusan tahun sebelumnya dengan syarat administrasi yang telah ditentukan.

Menurut Deden, calon peserta didik harus merupakan lulusan SD, MI atau sederajat dan berusia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026. Khusus lulusan tahun sebelumnya diwajibkan melampirkan ijazah yang telah dilegalisasi. Selain itu, jalur prestasi juga dibuka untuk siswa berprestasi baik akademik maupun nonakademik, termasuk hafiz Al-Qur’an serta anggota Pramuka Siaga Garuda.

“Jika ada kendala selama proses pendaftaran, calon murid maupun orang tua dapat datang langsung ke sekolah tujuan untuk mendapatkan pendampingan dari panitia,” kata Deden.

Adapun SPMB SMP Negeri Tangsel 2026 dibuka melalui empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili sebesar 40 persen, afirmasi 30 persen, prestasi 25 persen, dan mutasi 5 persen. Untuk jalur domisili, Kartu Keluarga harus telah terdaftar minimal satu tahun atau paling lambat 1 Juni 2025.

Melalui berbagai skema tersebut, Pemkot Tangsel berharap tidak ada anak yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Pemerintah juga menargetkan pemerataan akses pendidikan dapat terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkelanjutan. (red)

Artikulli paraprakTak Tertampung di SMP Negeri, Ribuan Siswa Tangsel Dijamin Dibiayai hingga Lulus
Artikulli tjetërBenyamin Pasang Target Besar: Koperasi Merah Putih Jangan Sekadar Simpan Pinjam, Harus Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat