
TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat pembangunan kesehatan melalui langkah promotif dan preventif yang menyasar ibu hamil sejak dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat (Gerakan Bumil Sehat) yang digelar di Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta yang terdiri atas ibu hamil, kader kesehatan, tenaga kesehatan, hingga petugas puskesmas. Mereka mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan sebagai bagian dari upaya menekan risiko komplikasi kehamilan, meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, serta mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, pemerintah daerah terus mengedepankan pendekatan pencegahan melalui edukasi kesehatan. Menurutnya, investasi terbaik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimulai sejak seorang ibu mengandung.
“Ini merupakan langkah promotif dan preventif dari Pemkot Tangsel supaya ke depan kualitas hidup masyarakat di Tangerang Selatan dan angka harapan hidup masyarakat juga bisa terus meningkat,” ujar Pilar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan janin. Edukasi meliputi pemenuhan gizi seimbang, pola hidup sehat, pemeriksaan kehamilan secara berkala (antenatal care), deteksi dini risiko kehamilan, hingga persiapan menghadapi proses persalinan yang aman.
Pilar menilai masa kehamilan merupakan periode emas yang menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan. Oleh karena itu, perhatian terhadap kondisi fisik ibu, asupan nutrisi, hingga perkembangan janin menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan.
“Sehingga anak-anak memiliki kondisi fisik yang sehat dan perkembangan otak yang optimal. Tadi sudah dijelaskan oleh dokter mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan selama masa kehamilan,” jelasnya.
Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi salah satu kunci menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu, pemenuhan gizi selama masa kehamilan juga berperan penting dalam mencegah stunting, bayi lahir dengan berat badan rendah, serta berbagai komplikasi yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
Pemkot Tangerang Selatan juga terus memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat. Melalui kader posyandu dan tenaga kesehatan, edukasi mengenai kehamilan sehat diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga sehingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu semakin meningkat.
Menurut Pilar, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada layanan medis, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat sejak sebelum kelahiran. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan sehingga kualitas hidup warga Tangerang Selatan terus meningkat dan kita mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, serta berkualitas,” tutup Pilar.
Gerakan Bumil Sehat menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Selain meningkatkan pengetahuan ibu hamil, program ini juga diharapkan mampu mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting melalui pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan. (red)





