CKG Bongkar Risiko Penyakit Warga Tangsel.

TANGSEL – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menunjukkan manfaat yang lebih besar dari sekadar angka capaian. Hingga Agustus 2026, cakupan pemeriksaan telah mencapai 48 persen dari target, sekaligus membuka temuan berbagai masalah kesehatan yang sebelumnya berpotensi tidak terdeteksi.

Hasil penapisan menemukan sejumlah kondisi kesehatan, mulai dari hipertensi, kadar gula darah tinggi, depresi hingga Tuberkulosis (TBC). Temuan tersebut menjadi pintu masuk bagi tenaga kesehatan untuk memberikan penanganan lebih cepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan setiap hasil pemeriksaan yang menunjukkan persoalan kesehatan langsung ditindaklanjuti petugas medis. Bahkan dalam pelaksanaan CKG pada Senin, 24 Agustus 2026, ditemukan dua warga yang terindikasi menderita TBC dan langsung mendapatkan pengobatan khusus.

“Soal CKG di Tangsel ini sudah 48 persen dari target. Semua temuan penyakit itu langsung kita tindak lanjuti. Hari ini dilaporkan ketemu dua penderita TBC dan langsung dikasih pengobatan khusus,” ujar Benyamin saat menghadiri kegiatan CKG di Youth Center Pamulang bersama Gubernur Banten Andra Soni.

Menurut Benyamin, pola tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis memiliki fungsi penting sebagai sistem deteksi dini. Masyarakat tidak harus menunggu munculnya keluhan berat untuk mengetahui kondisi tubuhnya, sementara pemerintah memiliki peluang lebih besar melakukan intervensi sejak awal.

Capaian Tangsel juga mendapat apresiasi dari  Gubernur Banten Andra Soni. Dengan angka 48 persen, cakupan pemeriksaan di Tangsel telah melewati rata-rata provinsi yang berada di angka 46 persen, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu daerah dengan capaian tinggi di Banten.

Namun, Andra meminta capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berhenti mengejar perluasan layanan. Pemprov Banten kini mendorong cakupan CKG hingga 55 persen populasi, sehingga lebih banyak keluarga dapat mengetahui kondisi kesehatannya masing-masing.

“Bukan gagah-gagahan, tetapi semakin banyak keluarga kita terdeteksi kondisi kesehatannya, maka upaya pencegahannya bisa lebih cepat dilakukan. Setelah tes, kita jadi lebih aware. Ingat, penyakit itu tidak kenal usia,” kata Andra.

Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Banten bersama Pemkot Tangsel berencana memperluas jangkauan pemeriksaan melalui jejaring puskesmas, klinik swasta dan fasilitas kesehatan lokal. Strategi itu diharapkan membuat layanan CKG semakin dekat dengan permukiman sehingga masyarakat tidak memiliki alasan untuk menunda pemeriksaan.

Bagi pemerintah, semakin luas cakupan pemeriksaan berarti semakin banyak pula kondisi kesehatan yang dapat diketahui lebih awal. Dari hipertensi dan gula darah tinggi hingga penyakit menular seperti TBC serta persoalan kesehatan mental, deteksi dini memberikan kesempatan bagi warga memperoleh penanganan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat. (red)

Artikulli paraprakMaulid Nabi dan Cermin Diri: Sudahkah Akhlak Rasulullah Hidup dalam Kita?
Artikulli tjetërRiuh Ngeropok di Lopang: Saat Maulid Nabi Menyatukan Anak-anak hingga Orang Dewasa