
TANGERANG — Seragam kedinasan berganti busana adat Nusantara. Pegawai yang sehari-hari berkutat dengan urusan administrasi dan pelayanan publik tampil membawa warna budaya dari berbagai daerah. Suasana berbeda itu mewarnai Parade Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang di Lapangan Arya Yudha Negara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (13/10/2026).
Parade yang digelar setelah apel pagi tersebut melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap instansi berusaha menampilkan ciri khas budaya melalui pilihan kostum, atraksi, dan kekompakan tim. Perayaan ini sekaligus menjadi ruang bagi para pegawai untuk membangun kedekatan di luar rutinitas pekerjaan.
Tak hanya mengandalkan kemeriahan visual, parade tersebut juga dikemas dalam bentuk kompetisi. Dewan juri menilai keindahan busana, kekompakan peserta, serta kreativitas dalam merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, mengapresiasi keterlibatan dan kreativitas para pegawai. Menurutnya, parade ini menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan sekaligus mendorong semangat bersama membangun daerah.
“Saya sangat bangga melihat antusiasme dan kreativitas seluruh perangkat daerah hari ini. Penilaian tidak hanya pada keindahan kostum semata, melainkan juga pada kekompakan dan cara mempresentasikan kekayaan budaya Nusantara,” tutur Rismawati.
Hasil kompetisi menempatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), sedangkan Sekretariat Daerah (Setda) menempati peringkat ketiga. Ketiga peserta dinilai mampu memadukan kreativitas busana, atraksi, dan kekompakan dalam penampilan mereka.
Bagi peserta, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarrekan kerja. Nourmayanti, pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang, mengatakan persiapan penampilan dilakukan sejak jauh hari agar timnya dapat berpartisipasi secara maksimal.
“Kami sangat antusias mempersiapkan penampilan ini sejak jauh hari. Mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah memberikan kebanggaan tersendiri sekaligus mempererat rasa kekeluargaan antar rekan kerja di luar rutinitas kedinasan,” ungkap Nourmayanti.
Sementara itu, Fuji, perwakilan BKPSDM yang meraih juara pertama, menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja bersama tim. Ia mengaku bersyukur karena persiapan konsep busana dan atraksi yang dilakukan rekan-rekannya membuahkan hasil dalam perayaan hari jadi kabupaten.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa meraih Juara 1. Ini hasil kerja keras dan kekompakan kami dalam menyiapkan konsep busana dan atraksi. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk memeriahkan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang,” ujar Fuji.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, parade ini membawa pesan bahwa perbedaan latar belakang budaya dapat dirangkai menjadi kekuatan bersama. Pemkab Tangerang berharap semangat kebersamaan tersebut tidak berhenti di panggung perayaan, tetapi juga tercermin dalam kolaborasi antara perangkat daerah dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Red)





