Dari Kresek ke Tiongkok, Perjalanan 7 Anak Berprestasi Tangerang

TANGERANG — Kondisi ekonomi keluarga tidak menghalangi tujuh anak berprestasi asal Kabupaten Tangerang untuk mengejar pendidikan tinggi hingga ke luar negeri. Mereka resmi dilepas untuk melanjutkan studi di Tiongkok melalui program kolaborasi pemerintah daerah, legislatif dan lembaga pendidikan.

Ketujuh calon mahasiswa tersebut berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 5. Seluruhnya merupakan lulusan tahun ini dan mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berprestasi di Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan kesempatan pendidikan internasional tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia daerah. Ia menilai cita-cita Indonesia Emas 2045 harus dibangun melalui akses pendidikan yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

“Target mewujudkan Indonesia Emas adalah kebohongan jika tidak dibarengi jaminan akses pendidikan yang layak. Tujuan kami adalah memfasilitasi anak-anak agar tumbuh cerdas dan siap menjadi pemimpin masa depan secara nyata, bukan sekadar angan-angan,” tegas Maesyal saat melepas para mahasiswa di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (7/10/2026).

Menurut Maesyal, para penerima program tidak perlu terbebani persoalan biaya selama menjalani pendidikan. Ia meminta mereka berkonsentrasi menyelesaikan studi sekaligus mengembangkan kemampuan yang nantinya dapat digunakan untuk mendukung perkembangan industri di Kabupaten Tangerang.

“Jangan risau soal biaya, fokus raih gelar dan bangun keterampilan. Sekembalinya ke tanah air, saya harap kalian bisa langsung bekerja dan menggerakkan sektor industri maju seperti kendaraan listrik di Kabupaten Tangerang,” pesannya.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Rapiudin Akbar menjelaskan, kesempatan tersebut bermula dari tawaran SMK Jaya Buana untuk mengirimkan siswa melanjutkan pendidikan ke Tiongkok. Pemerintah daerah kemudian merespons peluang itu dengan memberikan dukungan pendanaan agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap dapat berangkat.

“Kami tidak tinggal diam melihat peluang emas ini. Dukungan pendanaan ini menjadi kunci agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap bisa berangkat mengejar mimpinya,” jelas Rapiudin.

Salah satu penerima program, Rahmawati dari Kampung Koper, Kecamatan Kresek, akan menempuh Program Studi Teknik Mesin di Liuzhou University, Tiongkok. Lulusan SMK Jaya Buana tersebut mengaku telah mempersiapkan diri, terutama dari sisi mental dan kemampuan bahasa.

“Harapan saya bisa mengharumkan nama sekolah dan daerah serta membanggakan orang tua,” ujar Rahmawati.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa akses pendidikan luar negeri dapat dibuka lebih luas melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap para mahasiswa tidak hanya membawa pulang gelar, tetapi juga keahlian yang bisa diterapkan ketika kembali dan ikut memperkuat kebutuhan tenaga terampil di daerah. (Red)

Artikulli paraprakBenyamin Dorong Pramuka Jadi Bekal Generasi Emas 2045
Artikulli tjetërIHSG Balik Merah! Investor Mulai Waspada di Level 6.146