Belanda dan Jepang Menggila! Grup F Piala Dunia 2026 Berubah Jadi Medan Perang

TANGERANG – Panggung Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan malam penuh drama. Dua tim yang sempat berbagi angka pada laga perdana, Belanda dan Jepang, justru tampil beringas pada pertandingan kedua fase grup. Kemenangan besar yang mereka raih bukan hanya mendongkrak posisi di klasemen, tetapi juga mengirim peringatan keras kepada para pesaing menuju fase gugur.

Belanda menjadi sorotan utama setelah menghancurkan Swedia dengan skor telak 5-1. Padahal, Swedia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai membantai Tunisia 5-1 pada laga pembuka. Namun, kekuatan lini serang Oranje tak terbendung. Brian Brobbey dan Cody Gakpo masing-masing mencetak dua gol sebelum Crysencio Summerville melengkapi pesta kemenangan yang membuat stadion bergemuruh. Hasil tersebut membawa Belanda ke puncak Grup F sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Piala Dunia menjadi 14 pertandingan sejak 2006.

Jika Belanda tampil ganas, Jepang menunjukkan kelas yang tak kalah mengesankan. Samurai Biru menggulung Tunisia 4-0 dalam pertandingan yang nyaris berjalan satu arah. Ayase Ueda menjadi bintang lapangan lewat dua gol yang dicetaknya, sementara Daichi Kamada dan Junya Ito ikut menyumbang gol dalam kemenangan bersejarah tersebut. Bahkan, kemenangan ini disebut sebagai kemenangan terbesar yang pernah diraih wakil Asia dalam sejarah Piala Dunia.

Penampilan Jepang semakin menuai pujian karena mereka tetap tampil dominan meski tidak sepenuhnya bergantung pada sejumlah pemain bintang. Pelatih Hajime Moriyasu dinilai berhasil membangun tim yang solid, disiplin, dan mematikan saat menyerang. Banyak pengamat kini mulai memasukkan Jepang ke dalam daftar tim yang berpotensi membuat kejutan besar pada fase gugur nanti.

Di Grup E, Jerman juga berhasil melanjutkan tren positif. Der Panzer harus bekerja keras sebelum akhirnya menundukkan Pantai Gading 2-1. Sempat tertinggal melalui gol Franck Kessie, Jerman bangkit berkat dua gol Deniz Undav yang memastikan tiket menuju babak berikutnya semakin dekat. Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, mengakui pengalaman menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut.

Sementara itu, kejutan justru hadir dari laga Ekuador melawan Kurakao. Tim debutan asal Karibia itu sukses menahan Ekuador tanpa gol dan mencatatkan poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Penampilan gemilang kiper Eloy Room menjadi faktor penting yang membuat Kurakao mampu mencuri hasil berharga tersebut.

Kini persaingan Grup F memasuki fase paling panas. Belanda dan Jepang sama-sama mengoleksi empat poin, sementara Swedia masih memiliki peluang setelah mengantongi tiga poin. Sebaliknya, Tunisia dipastikan berada di ujung tanduk setelah dua kekalahan beruntun dengan kebobolan sembilan gol dan hanya mencetak satu gol.

Laga terakhir grup dipastikan menjadi penentuan nasib. Jepang akan menghadapi Swedia dalam duel hidup-mati, sementara Belanda berpeluang mengunci posisi juara grup saat menghadapi Tunisia. Jika performa seperti pada laga kedua kembali ditunjukkan, bukan tidak mungkin Belanda dan Jepang akan menjadi dua tim yang melenggang ke babak berikutnya dengan status salah satu tim paling menakutkan di turnamen ini. (red)

Artikulli paraprakSPMB dan Dilema Pendidikan Kita: Menambah Sekolah Negeri atau Memperkuat Kemitraan dengan Swasta?
Artikulli tjetërLautan Sarung Kepung Al-A’zhom, Ribuan Warga Tangerang Berebut Dua Tiket Umrah Gratis