Lawan Dominasi Gadget, Kabupaten Tangerang Cetak Pelopor Permainan Tradisional.

KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong pemenuhan hak anak sekaligus melestarikan budaya lokal melalui Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Yasmine, Kamis (6/8/2026), itu diikuti sekitar 120 peserta dari Forum Anak Kabupaten Tangerang dan Forum Anak tingkat kecamatan.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengatakan, permainan tradisional tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sarana efektif untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan sosial, dan karakter anak. Ia berharap para peserta mampu menjadi pelopor yang menghidupkan kembali permainan tradisional di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.

“Saya sangat berharap para peserta pelatihan KHA ini bisa menjadi pelopor dalam mengimplementasikan permainan tradisional sebagai pusat kreativitas dan pengembangan bakat serta minat anak nantinya,” ujar Intan.

Menurutnya, penguatan hak anak harus berjalan beriringan dengan penyediaan ruang tumbuh yang sehat, aman, dan edukatif. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, permainan tradisional dinilai tetap relevan karena mampu membangun interaksi sosial, kerja sama, sportivitas, hingga melatih kemampuan motorik anak.

Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Suherman menjelaskan, Konvensi Hak Anak merupakan komitmen global yang menjamin setiap anak memperoleh hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan, serta berpartisipasi secara optimal dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ikuti seluruh materi, praktik, dan simulasi dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk mengembangkan berbagai kegiatan kreatif di sekolah, lingkungan tempat tinggal, forum anak kecamatan, maupun komunitas masing-masing,” kata Asep.

Pelatihan mengusung tema “Menciptakan Pelopor Permainan Tradisional dan Implementasi Pusat Kreativitas Anak”. Selain memperkuat pemahaman mengenai hak anak, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal. (red)

Artikulli paraprakJangan Terkecoh Musim Kemarau! Dinkes Tangsel Ingatkan Ancaman ISPA hingga Tipes