
TANGSEL – Sejenak, urusan surat-menyurat, rapat, target program, dan pelayanan masyarakat ditinggalkan. Di tengah suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, para pegawai Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) justru sibuk menarik tali, berlari dalam karung, hingga berjoget sambil menjaga balon agar tidak jatuh.
Keceriaan itu hadir dalam perlombaan antarperangkat daerah yang digelar Kamis (20/8/2026). Sejumlah permainan khas perayaan kemerdekaan seperti tarik tambang, balap karung, kait besek, joget balon, dan estafet sarung menjadi arena adu kekompakan sekaligus hiburan bagi para pegawai.
Bagi Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar mencari pemenang. Momentum sederhana itu dinilai penting untuk membangun hubungan yang lebih cair antarkaryawan setelah setiap hari berhadapan dengan rutinitas birokrasi dan pelayanan publik.
“Perangkat daerah pemerintah kota mengadakan lomba macam-macam. Mereka yang mengadakan, hadiahnya juga non-APBD. Jadi patungan untuk keseruan saja hari ini,” ujar Benyamin.
Menurut Benyamin, suasana kerja yang sehat membutuhkan komunikasi dan kolaborasi. Karena itu, kegiatan informal seperti perlombaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarpersonel yang sehari-hari bekerja dalam bidang dan perangkat daerah berbeda.
“Dalam bekerja kita membutuhkan kekompakan dan kolaborasi. Semangat itu juga kita bangun melalui kegiatan seperti ini. Bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita bisa bersama-sama merayakan kemerdekaan,” katanya.
Semangat itu terlihat dalam berbagai perlombaan. Tarik tambang dan estafet sarung menuntut koordinasi seluruh anggota tim, sedangkan balap karung, kait besek, dan joget balon lebih banyak menghadirkan gelak tawa. Meski kompetisi berlangsung sengit, sportivitas tetap menjadi bagian utama dari kegiatan.
Benyamin berharap energi positif dari perayaan kemerdekaan tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Menurutnya, semangat saling membantu, bekerja dalam tim, dan menghargai peran masing-masing harus kembali dibawa ke meja kerja untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja bersama, saling mendukung, dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Tangsel,” pungkasnya. (red)





