Tangsel Cari Identitas Baru, Sayembara Desain Batik Khas 2026 Dibuka. (ilustrasi AI)

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat identitas budaya daerah melalui sektor ekonomi kreatif. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka Sayembara Desain Batik Khas Kota Tangerang Selatan 2026 yang digelar Dinas Pariwisata bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan. Kompetisi tersebut menawarkan total hadiah jutaan rupiah dan terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa dipungut biaya.

Sayembara ini diharapkan melahirkan motif batik yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mampu merepresentasikan sejarah, budaya, karakter masyarakat, hingga potensi lokal yang menjadi ciri khas Kota Tangerang Selatan. Motif terpilih nantinya diproyeksikan menjadi identitas resmi batik khas daerah sekaligus memperkaya khazanah batik Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2 Oktober 2009.

Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, RR Truetami Ajeng, mengatakan batik merupakan simbol budaya yang memiliki filosofi mendalam sekaligus menjadi identitas setiap daerah. Karena itu, pihaknya ingin melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses lahirnya motif batik khas Tangsel.

“Melalui sayembara ini, kami ingin mengajak para desainer, pelaku ekonomi kreatif, maupun masyarakat luas untuk bersama-sama melahirkan motif batik yang mencerminkan karakter dan jati diri Kota Tangerang Selatan. Harapannya, karya terbaik nantinya dapat menjadi identitas daerah sekaligus memperkaya khasanah batik Indonesia,” ujar Ajeng.

Menurutnya, karya yang dicari bukan sekadar memiliki tampilan menarik, melainkan mampu menyampaikan cerita, nilai sejarah, serta kekayaan budaya Kota Tangerang Selatan melalui setiap elemen motif yang dirancang.

“Yang kami cari bukan hanya desain yang indah secara visual, tetapi juga motif yang memiliki makna, mengangkat kekayaan lokal, dan dapat diterapkan secara nyata sebagai batik khas Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Pendaftaran sayembara telah dibuka sejak 20 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 19 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Kompetisi ini terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang memiliki identitas resmi seperti KTP, KIA, SIM, KTA, maupun KTM. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya desain dan wajib melampirkan surat pernyataan keaslian bermaterai, filosofi desain, identitas diri, hingga contoh penerapan motif pada busana kerja pria dan wanita.

Adapun tema utama desain wajib mengangkat Bunga Anggrek Tangsel dan/atau Rumah Blandongan sebagai ikon daerah. Peserta juga didorong mengeksplorasi unsur budaya, sejarah, kuliner, flora-fauna, hingga bangunan ikonik Kota Tangerang Selatan sebagai inspirasi utama dalam karya mereka.

Panitia menegaskan seluruh desain harus merupakan karya orisinal, belum pernah diikutsertakan dalam kompetisi lain, tidak menjiplak, dan tidak dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Setiap karya juga wajib dilengkapi uraian filosofi maksimal 500 kata, dibuat dalam format PDF ukuran A3 beresolusi minimal 300 DPI, serta dapat diaplikasikan pada kain batik dengan berbagai teknik produksi, mulai dari batik tulis, cap, printing, sablon, hingga kombinasi. Sebagai bentuk transparansi proses kreatif, peserta juga diwajibkan menyertakan video dokumentasi pembuatan desain berdurasi maksimal satu menit.

Selain memenuhi persyaratan administrasi, peserta diwajibkan mengikuti akun Instagram @dispartangerangselatan dan @dekranasda_tangsel sebagai bagian dari ketentuan kompetisi. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disediakan panitia.

Ajeng berharap sayembara tersebut menjadi momentum lahirnya motif batik yang mampu memperkuat citra Kota Tangerang Selatan di tingkat nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya lokal.

“Semoga sayembara ini menjadi wadah lahirnya karya-karya terbaik yang nantinya dapat menjadi simbol kebanggaan masyarakat Tangsel dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk ikut berkontribusi menciptakan identitas budaya Kota Tangerang Selatan,” pungkasnya.

Masyarakat yang ingin mengikuti kompetisi dapat melakukan pendaftaran melalui tautan yang telah disediakan panitia di https://bit.ly/pendaftaransayembaradesainbatikkhastangsel2026. (red)

Artikulli paraprakRespons Cepat Bupati Maesyal Rasyid, Warga Tigaraksa Terima Bantuan Air Bersih