APBD Tangsel 2027: Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Andalan.

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengusulkan RAPBD 2027 sebesar Rp4,96 triliun. Anggaran tersebut disiapkan untuk menopang pembangunan kota sekaligus memperkuat pelayanan publik selama satu tahun ke depan.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan rancangan tersebut dalam rapat bersama DPRD Tangsel, Kamis (10/9/2026). Penyusunan anggaran mengacu pada RPJMD 2025-2029 dengan arah pembangunan menuju Tangsel yang unggul, inklusif, inovatif, kolaboratif dan berkelanjutan.

“Penguatan Fondasi Dalam Kerangka Pembangunan Menuju Tangerang Selatan Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif Menuju Kota Lestari,” ujar Benyamin saat menyampaikan Nota Keuangan Raperda APBD 2027.

Empat agenda utama menjadi fokus pemerintah, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, reformasi birokrasi dan transformasi tata kelola pemerintahan, serta pembangunan kota yang tangguh, terintegrasi, inklusif dan berkelanjutan.

“Prioritas pembangunan Kota Tangerang Selatan Tahun 2027 selaras dengan prioritas pembangunan Provinsi Banten dan Nasional, serta diharapkan mampu menjawab permasalahan dan isu strategis Kota Tangerang Selatan,” kata Benyamin.

Dari sisi pendapatan, Pemkot Tangsel memperkirakan penerimaan daerah mencapai Rp4,576 triliun. Nilai tersebut terdiri atas PAD sebesar Rp3,264 triliun dan pendapatan transfer sekitar Rp1,312 triliun. Dari PAD, pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dengan target Rp2,964 triliun, sedangkan retribusi diproyeksikan Rp167,39 miliar.

Sementara itu, belanja daerah dirancang sebesar Rp4,96 triliun. Belanja operasi mengambil porsi sekitar Rp3,747 triliun, terdiri dari belanja pegawai Rp1,873 triliun, barang dan jasa Rp1,737 triliun, serta hibah Rp135,94 miliar. Belanja modal dialokasikan sekitar Rp1,138 triliun, dengan Rp641,54 miliar di antaranya untuk jalan, jaringan dan irigasi.

Pendidikan mendapat alokasi sekitar Rp999,22 miliar atau 20,14 persen dari total belanja daerah. Infrastruktur pelayanan publik juga mendapat porsi besar, yakni sekitar Rp2,274 triliun atau 45,85 persen. Pemkot memastikan anggaran tersebut turut mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Untuk menutup kebutuhan pembiayaan, Pemkot Tangsel merancang penerimaan pembiayaan sebesar Rp383,26 miliar yang bersumber dari pemanfaatan SiLPA. Benyamin berharap pembahasan bersama DPRD dapat segera menghasilkan persetujuan sebelum RAPBD tersebut dievaluasi oleh Gubernur Banten sesuai ketentuan yang berlaku. (red)

Artikulli paraprakMaulid di Cikuya, Ustad Naik Naga!
Artikulli tjetërRuang-Waktu Kehidupan: Tiket Akhirat Dicetak Hari Ini