
TANGSEL – Payung-payung berwarna-warni memenuhi halaman kantor-kantor kecamatan se Tangerang Selatan (Tangsel). Hujan yang turun sejak pagi tak menyurutkan langkah warga untuk mengantre. Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri, Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak di tujuh kecamatan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan menjadi harapan nyata bagi ribuan keluarga, Kamis (05/03/2026).
Sejak pukul 08.00 WIB, warga sudah memadati lokasi di Pondok Aren, Serpong Utara, Serpong, Ciputat, Ciputat Timur, Setu hingga Pamulang. Mereka berburu beras, minyak goreng, telur, cabai, dan kebutuhan dapur lainnya dengan harga yang lebih ramah di kantong. Di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan permintaan Ramadan, selisih harga menjadi penyelamat pengeluaran rumah tangga.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, bazar ini merupakan langkah konkret pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi menjelang Lebaran.
“Bazar kita gelar serentak di tujuh kecamatan. Komoditas yang dijual harganya rata-rata sekitar 20 persen lebih murah dibandingkan harga pasar,” ujar Benyamin saat membuka kegiatan di Pondok Aren.
Di kecamatan tersebut saja, sekitar 11.000 paket sembako disiapkan untuk warga. Setiap lokasi menghadirkan 15 hingga 46 tenant yang terdiri dari UMKM, pelaku usaha, ritel, dan OPD. Selain bahan pokok, tersedia pula layanan kesehatan serta pelayanan publik lain yang memudahkan masyarakat mengurus kebutuhan administratif di satu tempat.
Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menjelaskan, sejumlah komoditas memiliki selisih harga signifikan. Cabai dijual sekitar Rp5.000 per kemasan, sementara di pasar bisa menembus belasan ribu rupiah. Minyak goreng bahkan memiliki perbedaan harga hingga Rp10.000–Rp20.000 per liter.
“Ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Kita ingin memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau dan daya beli warga tidak tergerus,” kata Pilar yang hadir di Kecamatan Serpong Utara (Serut).
Ia menambahkan, intervensi pasar seperti ini dilakukan secara terukur. Pemerintah tetap mempertimbangkan stabilitas pedagang pasar tradisional agar keseimbangan ekonomi terjaga. Namun jika terjadi lonjakan harga mendekati Idulfitri, bazar tambahan akan kembali digelar, termasuk di kawasan Islamic Center Baiturrahmi pada 8–10 Maret mendatang.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, yang hadir di Kecamatan Pamulang, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat.
Menurutnya, Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah saat masyarakat menghadapi tekanan harga musiman. “Walaupun hujan, antusiasme warga luar biasa. Ini bukti bahwa kebutuhan masyarakat memang meningkat, dan pemerintah harus hadir memberi solusi,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan serentak di tujuh kecamatan, Pemkot Tangsel berharap distribusi kebutuhan pokok lebih merata, potensi inflasi terkendali, dan warga dapat menjalani Ramadan dengan rasa tenang. Di tengah guyuran hujan dan antrean panjang, bazar ini bukan sekadar transaksi jual beli—melainkan simbol kepedulian di saat harga-harga mulai meninggi. (red)





