20 Personel Damkar Tangsel Digembleng Kemendagri! Kejar Sertifikasi Nasional Demi Layanan Penyelamatan Makin Profesional

TANGSEL – Komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dalam meningkatkan kualitas layanan penanggulangan kebakaran terus diperkuat. Sebanyak 20 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tangerang Selatan mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Pemadam I (Firefighter 1/F1) yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri di Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur sekaligus memenuhi standar nasional profesi pemadam kebakaran.

Kepala DPKP Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri Adam, mengatakan seluruh peserta yang diberangkatkan merupakan aparatur berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka akan mengikuti pelatihan intensif selama enam hari, mulai 6 hingga 11 Juli 2026, dengan materi yang dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun keterampilan penyelamatan di lapangan.

“Pelatihan ini diselenggarakan oleh BPSDM Kemendagri. Selain biaya penyelenggaraannya lebih efisien, kami juga ingin melihat langsung kualitas pelatihan yang diberikan sehingga dapat menjadi acuan untuk pengembangan kompetensi personel ke depan,” ujar Adam, Jumat (3/7/2026).

Menurut Adam, Sertifikasi Firefighter 1 (F1) merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap personel pemadam kebakaran di Indonesia. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa petugas telah menguasai standar operasional dasar dalam penanganan kebakaran, penyelamatan korban, hingga penerapan prosedur keselamatan saat bertugas.

“Semuanya harus memiliki sertifikasi F1 karena itu merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap aparatur pemadam kebakaran. Dengan sertifikasi tersebut, personel memiliki standar kemampuan yang sama dalam menjalankan tugas di lapangan,” katanya.

Saat ini, DPKP Kota Tangerang Selatan memiliki 215 personel, namun baru sekitar 60 persen yang telah mengantongi sertifikasi Firefighter 1. Karena itu, pengiriman 20 personel menjadi bagian dari target bertahap untuk memastikan seluruh anggota memiliki kompetensi sesuai standar nasional. Pemerintah Kota Tangsel juga telah menyiapkan pengembangan lanjutan dengan mengirim satu personel mengikuti sertifikasi Inspektur Pemadam Kebakaran pada Oktober mendatang sesuai alokasi anggaran.

Selama pelatihan, peserta akan dibekali berbagai materi, mulai dari teori dasar mengenai karakteristik api, strategi pencegahan kebakaran, teknik pemadaman menggunakan berbagai metode, hingga prosedur penyelamatan korban pada kondisi darurat. Seluruh materi dipadukan dengan praktik lapangan agar kemampuan teknis peserta benar-benar teruji sebelum kembali bertugas melayani masyarakat.

Penguatan kompetensi aparatur menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya kompleksitas penanganan kebakaran di kawasan perkotaan. Berdasarkan berbagai kajian keselamatan kebakaran, keberhasilan operasi penyelamatan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan peralatan, tetapi juga dipengaruhi kecepatan pengambilan keputusan, kemampuan membaca situasi darurat, serta penguasaan prosedur penyelamatan yang terstandarisasi.

Adam berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh setelah kembali bertugas. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik, mulai dari kecepatan respons, efektivitas penanganan kebakaran, hingga keselamatan masyarakat maupun petugas saat menjalankan operasi di lapangan.

Saat ini, 215 personel DPKP Kota Tangerang Selatan bertugas secara bergiliran selama 24 jam dalam tiga pleton dan ditempatkan di delapan pos pemadam kebakaran yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan terus bertambahnya jumlah personel bersertifikat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan semakin profesional, responsif, serta mampu menjawab tantangan perkembangan wilayah yang terus tumbuh. (red)

Artikulli paraprakArgentina Selamat dari Mimpi Buruk! Cape Verde Kalah, Tapi Menangkan Hati Dunia di Piala Dunia 2026
Artikulli tjetërBahaya Asap TPA Jatiwaringin! Warga Diminta Menjauh 1,7 Km, Polusi Disebut Lebih Parah dari Karhutla