
KOTA TANGERANG – Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, perhatian terhadap keselamatan warga Indonesia di luar negeri kembali menguat. Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri Septiawan Permana, mendorong pemerintah daerah segera membentuk Crisis Center untuk memudahkan keluarga melaporkan anggota keluarganya yang bekerja di wilayah konflik.
Usulan tersebut muncul setelah Pemerintah Provinsi Banten merilis informasi mengenai evakuasi dua warga asal Banten dari Teheran, Iran. Keduanya diketahui berasal dari Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, serta bekerja sebagai tenaga ahli di ibu kota Iran tersebut. Mereka berhasil dievakuasi dan tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan maskapai Turkish Airlines.
Menurut Andri, kehadiran Crisis Center sangat penting agar pemerintah daerah memiliki jalur komunikasi yang jelas dengan keluarga warga yang bekerja di luar negeri, terutama di kawasan rawan konflik. Dengan begitu, laporan dari masyarakat bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Yang paling penting, Crisis Center ini dapat menjadi tempat bagi keluarga yang memiliki sanak famili di wilayah konflik untuk melapor. Dengan demikian, pemerintah daerah melalui Kesbangpol bisa segera mengambil langkah dan berperan aktif dalam proses pemulangan warga kita,” ujar Andri saat diwawancarai, Kamis (12/3/2026).
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Tangerang, khususnya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), untuk melakukan langkah antisipatif. Salah satunya dengan melakukan pendataan terhadap warga Kota Tangerang yang saat ini masih bekerja di wilayah yang berpotensi terdampak konflik di Timur Tengah.
“Kami mendorong Kesbangpol Kota Tangerang berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan inventarisasi apabila masih ada warga Kota Tangerang yang berada di wilayah yang berpotensi menjadi zona konflik di Timur Tengah,” jelasnya.
Tak hanya itu, Andri menilai koordinasi lintas kementerian juga diperlukan agar pemerintah daerah mendapatkan informasi yang akurat terkait kondisi warganya di luar negeri. Ia menyarankan agar Pemkot Tangerang menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan guna memastikan keberadaan dan keselamatan warga.
Di sisi lain, Andri turut memberikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah pusat dalam mengevakuasi Warga Negara Indonesia dari Iran di tengah situasi geopolitik yang memanas. Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan komitmen negara dalam melindungi warganya, termasuk para pekerja migran.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri yang bergerak cepat melakukan upaya pemulangan para pekerja migran kita, salah satunya warga dari Kota Tangerang, agar tidak terjebak konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah,” pungkasnya. (red)





