Sebulan 158 Kebakaran! BPBD Kabupaten Tangerang Kewalahan Hadapi Lonjakan Laporan Darurat. (ilustrasi AI)

KABUPATEN TANGERANG – Aktivitas penanganan bencana dan penyelamatan di Kabupaten Tangerang meningkat signifikan sepanjang Juli 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat ratusan laporan darurat yang didominasi peristiwa kebakaran, disusul berbagai operasi penyelamatan nonkebakaran yang melibatkan tim pemadam dan rescue.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tangerang, selama Juli 2026 terjadi 158 kasus kebakaran, menjadikannya jenis kejadian yang paling banyak ditangani petugas. Selain pemadaman api, personel BPBD juga harus merespons beragam permintaan bantuan masyarakat yang terus meningkat.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan seluruh personel tetap disiagakan selama 24 jam untuk memberikan pelayanan cepat terhadap setiap laporan darurat yang masuk, baik kebakaran maupun operasi penyelamatan.

“Kami terus berupaya memberikan respons yang cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Seluruh personel disiagakan untuk menangani kebakaran maupun berbagai kondisi darurat lainnya demi menjaga keselamatan warga,” ujar Achmad Taufik.

Selain kebakaran, tim penyelamat BPBD juga menangani berbagai gangguan yang disebabkan hewan liar. Selama Juli tercatat 29 evakuasi ular, 22 pemusnahan sarang tawon, dua evakuasi biawak, serta satu evakuasi monyet yang masuk ke kawasan permukiman. Tingginya angka tersebut menunjukkan meningkatnya interaksi satwa liar dengan lingkungan warga, terutama pada musim kemarau.

Layanan kemanusiaan lainnya juga mengalami peningkatan. Petugas melakukan 64 kali distribusi air bersih bagi wilayah yang terdampak kekeringan, tujuh evakuasi akibat kunci terkunci, lima penyelamatan hewan peliharaan, serta dua pelepasan cincin yang tidak dapat dilepas secara mandiri. Operasi teknis lainnya meliputi dua penanganan pohon tumbang, evakuasi kendaraan, evakuasi benda berharga, penyemprotan area sekolah, hingga evakuasi jenazah.

Menurut Achmad Taufik, meningkatnya intensitas penanganan menunjukkan bahwa peran BPBD saat ini tidak hanya terbatas pada penanggulangan bencana, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam berbagai pelayanan kedaruratan masyarakat. Karena itu, kesiapan personel, armada, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar setiap laporan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah cuaca panas dan minimnya curah hujan yang dapat meningkatkan risiko munculnya api maupun keberadaan satwa liar di kawasan permukiman. Langkah pencegahan sederhana seperti memeriksa instalasi listrik, tidak membakar sampah sembarangan, dan menjaga kebersihan lingkungan dinilai penting untuk meminimalkan risiko.

“Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan,” kata Achmad Taufik.

BPBD Kabupaten Tangerang mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan Call Center Darurat 112 apabila membutuhkan bantuan pemadaman kebakaran maupun layanan penyelamatan. Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam dan dapat digunakan untuk berbagai kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat dari petugas. (red)

Artikulli paraprakTak Lagi Tersembunyi di Lantai Tiga, Produk UMKM Tangsel Segera Tampil di Etalase Utama
Artikulli tjetërKemarau Makin Mengancam! Pemkot Tangerang Siagakan 20 Armada Air Bersih dan Mitigasi Kebakaran