
KOTA TANGERANG – Deru sepeda motor yang memenuhi rangkaian Konvoi Kebangsaan di Kota Tangerang, Senin (17/8/2026), membawa pesan yang lebih besar dari sekadar perayaan Hari Kemerdekaan. Para pegiat dan komunitas otomotif diajak menjadikan jalan raya sebagai ruang untuk menunjukkan kedisiplinan, kepedulian dan semangat kebangsaan.
Konvoi yang diinisiasi Polres Metro Tangerang Kota bersama komunitas otomotif tersebut turut diikuti Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono. Keduanya mendampingi para rider sebelum rombongan bergerak dari Mako Polres Metro Tangerang Kota.
Sachrudin menilai keberadaan komunitas otomotif memiliki potensi besar untuk ikut membangun budaya lalu lintas yang lebih aman. Karena memiliki jaringan anggota dan aktivitas yang luas, komunitas dinilai dapat menjadi penggerak perubahan perilaku berkendara di tengah masyarakat.
“Konvoi Kebangsaan ini bukan sekadar berkendara bersama, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan semangat kebangsaan. Saya mengajak komunitas rider untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara dan peduli terhadap lingkungan,” ujar Sachrudin.
Pesan tersebut bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perhubungan terus menempatkan keselamatan dan kelayakan kendaraan sebagai bagian penting dalam pengelolaan transportasi. Dalam data kinerja Dishub, pengujian kendaraan bermotor menjadi salah satu indikator pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan, sementara rencana kerja 2026 juga mencakup penyediaan serta pemeliharaan perlengkapan jalan di sejumlah ruas.
Sachrudin pun mengingatkan para peserta agar tidak menganggap pemeriksaan kendaraan sebagai formalitas. Kondisi rem, ban, lampu, kelistrikan hingga emisi kendaraan perlu diperhatikan sebelum digunakan, terlebih ketika berkendara bersama dalam rombongan. “Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi baik, rutin melakukan pengecekan dan uji emisi. Dengan kendaraan yang terawat dan memenuhi standar emisi, kita bisa ikut mengurangi dampak polusi udara,” katanya.
Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui Pembacaan Deklarasi Pelopor Kamtibmas dan Keselamatan Berlalu Lintas. Deklarasi menjadi simbol kesepakatan komunitas untuk mengedepankan keamanan, ketertiban serta tanggung jawab ketika berada di jalan.
Upaya membangun budaya keselamatan juga menjadi perhatian Pemkot Tangerang. Sepanjang 2024, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor mencatat 60.663 kendaraan umum dinyatakan lulus uji kelayakan. Pemeriksaan tersebut mencakup persyaratan teknis, pengujian laik jalan dan tanda lulus uji.
Sachrudin berharap kolaborasi pemerintah, kepolisian dan komunitas otomotif tidak berhenti pada satu kegiatan. Menurutnya, komunitas rider dapat menjadi kekuatan sosial yang ikut mengedukasi anggotanya sekaligus masyarakat luas mengenai etika berkendara, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan pentingnya menjaga kualitas lingkungan.
“Mari kita tunjukkan bahwa komunitas rider Kota Tangerang bisa menjadi contoh, tertib berkendara, mengutamakan keselamatan, sekaligus peduli terhadap lingkungan. Dengan begitu, kita bersama-sama mewujudkan Kota Tangerang yang aman, nyaman, dan memiliki kualitas lingkungan yang lebih baik,” pungkas Sachrudin.





