IHSG Menghijau, Tapi Masih Terjebak di Bawah 5.000!

JAKARTA – Bursa saham Indonesia akhirnya bisa bernapas sedikit lega setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil keluar dari tekanan dan menutup perdagangan Rabu (4/11/2026) di zona hijau. Sayangnya, penguatan tersebut belum cukup membawa indeks kembali menembus level psikologis 5.000.

IHSG mengakhiri perdagangan di posisi 4.919,77, naik 15,48 poin atau 0,32 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di kisaran 4.904,29. Meski menunjukkan tanda pemulihan, indeks masih berjarak sekitar 80 poin dari level 5.000.

Perjalanan IHSG menuju zona positif tidak berlangsung mulus. Sejak pembukaan perdagangan, tekanan jual membayangi pasar hingga indeks sempat terperosok ke kisaran 4.824–4.826. Pergerakan mulai membaik pada sesi kedua, sebelum aksi pembelian mendorong indeks berbalik menguat menjelang penutupan.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pergerakan IHSG sepanjang perdagangan didominasi tekanan sebelum akhirnya berbalik arah pada penghujung sesi.

“Hampir sepanjang perdagangan IHSG bergerak di teritori negatif, namun kemudian IHSG berbalik arah menjelang penutupan perdagangan,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Namun, warna hijau pada indeks utama belum mencerminkan kondisi keseluruhan pasar. Sebanyak 439 saham tercatat melemah, sedangkan 190 saham menguat dan 88 saham tidak mengalami perubahan harga. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan jual masih terasa meskipun IHSG berhasil mencetak kenaikan.

Dari pergerakan sektoral, saham-saham bahan baku, konsumen non-siklikal, dan keuangan menjadi penopang penguatan indeks. Sebaliknya, sektor teknologi, energi, serta sejumlah sektor lainnya masih bergerak di zona merah.

Sentimen global turut memengaruhi arah perdagangan. Pelaku pasar mencermati hasil pemilihan umum paruh waktu atau midterm Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi kebijakan dan prospek berbagai sektor ekonomi. Respons investor terhadap perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyertai pembalikan arah IHSG.

Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 ikut menguat 3,97 poin atau 0,80 persen ke posisi 501,24. Kenaikan ini memberikan dukungan bagi indeks gabungan di tengah pergerakan saham yang belum merata.

Penutupan kali ini menjadi sinyal bahwa tekanan pasar mulai mendapat perlawanan, meski belum cukup kuat untuk memastikan pemulihan berkelanjutan. Level 5.000 kini menjadi perhatian berikutnya, sementara dominasi saham yang melemah mengingatkan bahwa kehati-hatian investor masih diperlukan. (red)

Artikulli paraprakEkonomi Tumbuh, Kemiskinan Naik! APBD Tangsel 2027 Disorot