Dulu Kumuh, Kini Jadi Taman Keren: Wajah Baru Cinere Mas Pisangan Bikin Warga Senang

TANGSEL – Wajah baru ruang publik kembali hadir di Ciputat Timur. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menata ulang Taman Cinere Mas Pisangan yang sebelumnya terkesan kumuh, kini disulap menjadi ruang terbuka hijau yang lebih modern, fungsional, dan ramah bagi aktivitas warga.

Penataan tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, pada Rabu (29/04/2026). Ia mengungkapkan, kawasan ini sebenarnya memiliki potensi besar sejak awal, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Lahannya luas dan bagus, tapi dulu kondisinya kumuh. Padahal bisa dijadikan tempat bermain dan olahraga untuk masyarakat,” ujar Pilar.

Melalui penataan ulang, taman tersebut kini dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas fisik warga. Di antaranya jogging track dan lapangan multifungsi yang dapat digunakan untuk olahraga seperti basket, voli, hingga tenis.

“Kami ingin taman ini benar-benar hidup. Warga bisa olahraga, anak-anak punya ruang bermain, dan masyarakat punya tempat berkumpul yang sehat,” tambahnya.

Revitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau (RTH). Berdasarkan data pemerintah daerah, kebutuhan RTH di wilayah perkotaan menjadi semakin penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menyediakan ruang interaksi sosial.

Meski pembangunan fisik telah rampung, taman tersebut masih dalam masa retensi selama enam bulan sebelum diserahterimakan sepenuhnya dari kontraktor ke pemerintah. Setelah proses tersebut selesai, fasilitas tambahan seperti penerangan dan operasional lapangan akan dimaksimalkan.

Respons warga terhadap perubahan ini pun cukup positif. Banyak yang mulai memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga ringan hingga berkumpul bersama keluarga.

“Kami senang, sekarang ada tempat yang nyaman buat anak-anak main dan warga olahraga,” ujar salah satu warga setempat.

Ke depan, Pemkot Tangsel juga merencanakan penambahan fasilitas pendukung seperti toilet umum, ruang mandi, hingga program berbasis komunitas seperti bank sampah dan urban farming.

Pilar menekankan, keberlanjutan taman ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.

“Kalau ada yang kurang, kita lengkapi bersama. Ini milik kita bersama,” katanya.

Penataan Taman Cinere Mas Pisangan menjadi contoh bagaimana lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat diubah menjadi ruang publik yang produktif. Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin padat, keberadaan taman seperti ini diharapkan mampu menghadirkan ruang sehat, sekaligus mengurangi ketergantungan anak-anak pada aktivitas berbasis gawai. (red)

Artikulli paraprakLibur Dikasih, Masalah Dibiarkan: Hari Buruh atau Hari Formalitas?