
TANGSEL – Ada pemandangan tak biasa dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (6/11/2026) malam. Di tengah parade kafilah yang berlangsung di kawasan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, atraksi unta berjalan hingga sosok pria yang tampak melayang di atas karpet terbang sukses mencuri perhatian.
Kreasi unik tersebut dibawa kontingen Kecamatan Setu, salah satu dari tujuh kecamatan yang ambil bagian dalam perhelatan tahunan ini. Replika unta yang dibuat seolah bergerak, dipadukan dengan penampilan pria bersorban di atas karpet terbang, menghadirkan suasana berbeda sekaligus mengundang kekaguman penonton.
Tak hanya Setu, enam kecamatan lainnya juga tampil dengan ciri khas masing-masing. Beragam kostum, ornamen Islami, dekorasi kreatif, dan kekompakan barisan membuat parade kafilah terasa seperti pesta budaya bernuansa religi.
Masyarakat yang memadati lokasi kegiatan pun disuguhi berbagai penampilan menarik sebelum rangkaian acara berlanjut ke prosesi pembukaan resmi.
Puncak pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sekaligus Sekretaris Daerah Tangsel Bambang Noertjahjo, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Di balik kemeriahan tersebut, Benyamin menegaskan bahwa MTQ memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar mencari pemenang dalam perlombaan membaca maupun menghafal Al-Qur’an.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat syiar Islam, membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan akhlak dan integritas.
“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berintegritas,” ujar Benyamin.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari LPTQ, panitia, organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda, alim ulama, tokoh masyarakat, hingga warga yang turut menyukseskan penyelenggaraan MTQ.
Benyamin menilai besarnya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa MTQ telah menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan warga Tangsel.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa semangat kecintaan kepada Al-Qur’an semakin hidup dan membudaya di tengah-tengah keluarga kita di Kota Tangerang Selatan,” ungkapnya.
Tahun ini, MTQ XVII Tangsel diikuti 462 peserta kafilah dari tujuh kecamatan yang bersaing dalam 11 cabang perlombaan. Seluruh kegiatan berlangsung di sejumlah lokasi, yakni kawasan Puspemkot Tangsel, Aula Balai Kota Tangsel, dan SMPN 18 Tangsel.
Berbagai bidang dipertandingkan, mulai dari seni baca, qiraah, hafalan, tafsir, pemahaman Al-Qur’an, syarhil, kaligrafi, karya tulis Al-Qur’an, hafalan hadis, hingga qiraatul kutub.
Menariknya, penyelenggaraan kali ini turut menghadirkan kategori eksibisi yang membuka ruang partisipasi lebih luas. Di antaranya tilawah untuk ASN, TNI/Polri dan instansi vertikal, tartil Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas tunawicara, serta festival seni Islami.
Melalui berbagai rangkaian tersebut, Pemerintah Kota Tangsel berharap MTQ tidak hanya menghasilkan peserta berprestasi, tetapi juga mempererat hubungan antarmasyarakat melalui semangat keagamaan.
“Kepada seluruh kafilah dari tujuh kecamatan, saya ucapkan selamat berlomba. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian dengan niat yang tulus hanya karena Allah SWT. Jadikan momentum MTQ ini untuk saling mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di antara kita sekalian,” tutur Benyamin.
Kemeriahan parade hingga hadirnya berbagai kategori perlombaan menjadi gambaran bahwa MTQ Tangsel XVII bukan hanya panggung kompetisi, melainkan juga ruang kreativitas, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. (red)





