
JAKARTA – Tekanan jual melanda Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup ambruk 192,54 poin atau 3,78% ke level 4.904,29, sekaligus kembali terperosok di bawah batas psikologis 5.000.
Pelemahan terjadi setelah IHSG sempat membuka perdagangan di zona hijau pada kisaran 5.126,53. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual semakin besar hingga indeks terus merosot sepanjang perdagangan dan bertahan di sekitar level 4.900 menjelang penutupan.
Kondisi pasar tercermin dari dominasi saham yang terkoreksi. Sebanyak 624 saham berakhir melemah, sementara hanya 57 saham menguat dan 37 lainnya stagnan. Situasi ini menunjukkan tekanan pasar terjadi secara luas di berbagai saham.
Salah satu faktor yang membayangi pergerakan pasar berasal dari sentimen global. Pelemahan Wall Street dan bursa regional Asia turut memberikan tekanan, terutama di tengah kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi kecerdasan buatan (AI) dan ketidakpastian potensi pengembaliannya.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai ketidakpastian menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat turut membuat pelaku pasar lebih berhati-hati. Penurunan harga minyak dunia setelah muncul perkembangan diplomasi AS dan Iran juga belum cukup kuat untuk mengangkat sentimen pasar.
Dari dalam negeri, tekanan turut datang dari kenaikan inflasi pangan Oktober 2026 yang mencapai 5,81%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,03%. Sementara itu, inflasi inti tercatat melambat menjadi 2,56% secara tahunan dari sebelumnya 2,84%.
Kondisi tersebut menambah perhatian investor terhadap daya beli masyarakat dan prospek perekonomian domestik. Kombinasi sentimen eksternal dan dalam negeri membuat perdagangan saham berlangsung di bawah tekanan hingga akhir sesi.
Dengan penutupan di level 4.904,29, pasar saham Indonesia mengakhiri perdagangan dengan koreksi tajam. Investor kini akan mencermati perkembangan sentimen global dan indikator ekonomi domestik untuk melihat arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya. (red)





