IHSG Anjlok Lagi, Sentimen MSCI Bikin Investor Waspada

JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir di zona merah pada Selasa (27/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 106,96 poin atau 1,99 persen ke level 5.266,13.

Tekanan jual turut menyeret indeks saham unggulan LQ45 yang melemah 1,69 persen ke posisi 533,02.

Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama menilai pelemahan tersebut dipengaruhi berbagai sentimen global dan domestik yang membuat investor semakin berhati-hati.

Menurutnya, ketidakpastian evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap transparansi pasar saham Indonesia menjadi salah satu perhatian pelaku pasar.

Tekanan juga datang dari pelemahan rupiah hingga Rp18.167 per dolar AS, kenaikan harga minyak Brent ke level 112 dolar AS per barel, serta meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah.

Kondisi tersebut diperberat arus keluar dana asing dan sikap investor yang menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

Sepanjang perdagangan, IHSG terus bergerak di zona negatif hingga penutupan. Dari 11 sektor saham, hanya sektor industri yang mampu menguat sebesar 0,66 persen.

Sementara itu, sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 3,72 persen, disusul infrastruktur 3,44 persen dan energi 3,33 persen.

Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 34,94 miliar saham dengan nilai transaksi Rp17,45 triliun.

Sebanyak 647 saham melemah, 101 saham menguat, sedangkan 215 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di tengah tekanan pasar, investor kini mencermati langkah otoritas bursa dalam memperkuat pengawasan perdagangan sekaligus menunggu perkembangan kebijakan ekonomi global. (red)

Artikulli paraprakTPA Rawa Kucing Siaga 24 Jam, Alat Berat Begadang!
Artikulli tjetër12 Kelompok Pemuda Tangerang Raih Hibah untuk Aksi Lingkungan