Ribuan Orang Datang ke Tangsel, Pedagang Lokal Bisa Ketiban Untung?

TANGSEL – Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 15–23 November mendatang menjadi ujian bagi Tangerang Selatan. Bukan hanya soal kesiapan sebagai tuan rumah dan perolehan medali, tetapi juga kemampuan mengubah keramaian pesta olahraga menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan sekaligus Ketua Umum Panitia Besar Porprov VII Banten, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi perekonomian daerah. Ia menyoroti peluang bagi sektor perhotelan, restoran, kafe, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ikut merasakan dampaknya.

“Porprov ini harus menghidupkan ekonomi kota. Hotel terisi, restoran, kafe ramai, UMKM laku,” ujar Pilar, Selasa (13/10/2026), sebagaimana diberitakan Koran Jakarta.

Potensi tersebut cukup terbuka. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, keluarga peserta, dan suporter dari berbagai kabupaten/kota di Banten akan memunculkan kebutuhan terhadap makanan, minuman, penginapan, transportasi, hingga buah tangan khas daerah. Jika kebutuhan itu dipenuhi pelaku usaha lokal, perputaran uang berpeluang menjangkau lebih banyak warga.

Namun, peluang tidak otomatis berubah menjadi keuntungan. Pedagang kecil yang berada jauh dari arena pertandingan, misalnya, belum tentu memperoleh tambahan pelanggan jika informasi lokasi, akses transportasi, dan promosi tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, keterlibatan UMKM perlu dirancang secara konkret. Panitia dan pemerintah daerah dapat membuka ruang bazar di lokasi strategis, mendata produk unggulan, mempermudah akses pelaku usaha untuk menjadi pemasok konsumsi maupun suvenir, serta mempromosikan kuliner lokal kepada kontingen dan pengunjung.

Pemerataan kesempatan juga menjadi hal penting. Jangan sampai manfaat ekonomi hanya terkonsentrasi pada usaha besar atau vendor yang berasal dari luar daerah, sementara pedagang kecil di sekitar venue sekadar menjadi penonton. Transparansi informasi mengenai pendaftaran tenant, kebutuhan pengadaan, dan lokasi berjualan dapat membantu pelaku UMKM mempersiapkan diri lebih awal.

Di sisi lain, dampak Porprov perlu diukur menggunakan indikator yang jelas. Kenaikan omzet pedagang, tingkat hunian hotel, jumlah UMKM yang terlibat, nilai transaksi, hingga penyerapan tenaga kerja lokal bisa menjadi bahan evaluasi setelah pertandingan berakhir. Tanpa data pembanding sebelum dan selama acara, klaim keberhasilan ekonomi akan sulit dibuktikan.

Porprov VII Banten 2026 pada akhirnya menghadirkan kesempatan yang lebih luas daripada kompetisi olahraga. Tangsel dapat memanfaatkannya untuk memperkenalkan produk lokal, memperkuat jaringan usaha, dan menarik kunjungan kembali setelah pesta olahraga usai.

Kini, tantangannya bukan sekadar mendatangkan ribuan orang ke Tangsel, melainkan memastikan kehadiran mereka turut menggerakkan usaha warga. Sebab, keberhasilan menjadi tuan rumah tidak hanya tercermin dari kelancaran pertandingan dan jumlah medali, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah sorak-sorai penonton mereda. (Red)

Artikulli paraprakASN Dinkes Tak Tertib Kinerja, Tukin Bisa Terpangkas!