Bukan Cuma Pintar, Maesyal Ingin Anak PAUD Tangerang Berakhlak Mulia

TANGERANG — Sebanyak 5.000 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Tangerang mengikuti kegiatan Tarbiyah Manasik Haji 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk karakter generasi penerus sejak usia dini.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka kegiatan tersebut di Grand Elhajj Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (19/10/2026). Ia mengaku senang melihat antusiasme ribuan anak yang mengikuti simulasi ibadah haji dengan penuh semangat.

Menurut Maesyal, pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan akademik. Anak-anak juga perlu dibekali kekuatan mental, spiritual, dan akhlak mulia agar mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

“Kita ingin anak-anak ini sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang tidak hanya cerdas, tapi juga mempunyai akhlak mulia, salah satunya melalui kegiatan manasik haji seperti ini,” ujar Maesyal.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah yang telah ditempuh pemerintah daerah adalah memberikan kesempatan kuliah gratis kepada 823 guru PAUD selama dua tahun terakhir untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran.

Maesyal berharap peningkatan kemampuan tenaga pendidik tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap perkembangan anak. Guru PAUD dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan pengetahuan, membangun karakter, dan mempersiapkan anak agar tumbuh menjadi generasi unggul serta mampu bersaing.

Tak berhenti pada kegiatan tahunan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga berencana membangun tempat manasik haji khusus anak-anak di wilayahnya pada 2027. Maesyal meminta Kepala Dinas Pendidikan bersama pihak terkait mulai merancang kebutuhan fasilitas tersebut agar anak-anak nantinya dapat belajar dan mempraktikkan tahapan ibadah haji di daerah sendiri.

Ketua Forum Komunitas PAUD Kabupaten Tangerang, Muzayanah, menjelaskan bahwa kegiatan bertema “Langkah Kecil Menuju Baitullah” itu diikuti sekitar 5.000 anak dan telah dimulai sejak Minggu (18/10/2026). Melalui peragaan manasik, peserta diperkenalkan pada rukun Islam, makna ibadah haji, serta tahapan yang dilakukan ketika menunaikannya.

Muzayanah mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan tersebut maupun peningkatan kualitas guru PAUD. Ia berharap pengalaman belajar ini menjadi bekal bermanfaat bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam sejak dini.

Rencana pembangunan fasilitas manasik pada 2027 diharapkan dapat memperluas akses pendidikan keagamaan yang bersifat praktik bagi anak usia dini. Dengan dukungan orang tua, guru, dan pemerintah, pembelajaran sejak kecil diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. (Red)

Artikulli paraprakFestival Budaya Pakuhaji, Tradisi Terjaga Warga Makin Kompak
Artikulli tjetërLima Titik Jadi Awal! Tangsel Revitalisasi Sistem Kendali Lalu Lintas