
TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperluas upaya pencegahan stunting dengan memperkuat edukasi gizi bagi ibu hamil dan anak-anak. Meski angka stunting disebut berada di level 0,7 persen, pemerintah menilai pendampingan terhadap keluarga yang membutuhkan tetap harus berjalan.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, meresmikan Pos Gizi Kepiting di Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Senin (19/10/2026). Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan edukasi pemenuhan gizi kepada masyarakat, terutama keluarga dengan ibu hamil dan anak yang memerlukan perhatian khusus.
Pilar mengatakan, rendahnya persentase stunting tidak berarti persoalan tersebut dapat diabaikan. Menurut dia, anak-anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan tetap membutuhkan dukungan agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Memang tidak banyak jumlahnya, tapi ada masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah supaya anak-anaknya tidak stunting,” ujar Pilar.
Ia mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini menjadi fase penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak, sehingga asupan makanan bergizi, pola hidup sehat, serta pemantauan kesehatan ibu dan anak perlu diperhatikan.Pos
“Jangan kita sepelekan masa depan anak-anak kita. Kasih makanan yang bergizi, pola hidupnya harus sehat, jaga kesehatan anak-anak,” tuturnya.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Pemkot Tangsel telah menjalankan program Pos Gizi sejak 2023 dan kini menghadirkannya di seluruh kecamatan. Pada 2026, pemerintah merencanakan pembangunan tujuh pos gizi tambahan sebagai bagian dari penguatan layanan bagi keluarga yang membutuhkan.
Melalui fasilitas tersebut, kader kesehatan memberikan pendampingan dan informasi kepada orang tua serta ibu hamil mengenai kebutuhan gizi. Pos Gizi juga menyediakan makanan tambahan bergizi bagi kelompok sasaran, khususnya ibu hamil dan anak-anak yang membutuhkan dukungan pemenuhan nutrisi.
Pilar menilai keberhasilan pencegahan stunting tidak cukup mengandalkan layanan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dalam menjaga pola makan dan kesehatan anak. Karena itu, perluasan Pos Gizi diharapkan membantu orang tua memahami kebutuhan nutrisi sekaligus mendorong pencegahan gangguan pertumbuhan sejak dini. (Red)





