
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan pekan ini dengan tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali masuk zona merah pada Jumat (25/9/2026), setelah sempat dibuka menguat pada awal perdagangan.
IHSG berakhir di level 6.241,89, turun 56,71 poin atau 0,90 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi 6.298,60. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 6.231,83 hingga 6.328,41.
Pelemahan ini membuat IHSG kembali berada di bawah level psikologis 6.300. Padahal, pada awal perdagangan Jumat, indeks sempat menguat sekitar 0,27 persen ke level 6.315,53, sebelum akhirnya berbalik arah mengikuti tekanan jual di pasar.
Tekanan terlihat cukup luas. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 558 saham berakhir melemah, sementara sejumlah saham lainnya masih mampu mencatat kenaikan. Mayoritas sektor juga berada di zona merah, dengan sektor industri dan infrastruktur termasuk yang mengalami tekanan cukup dalam.
Saham berkapitalisasi besar juga masih menjadi perhatian investor. Dalam sepekan terakhir hingga perdagangan Kamis, saham Bank Mandiri (BMRI) tercatat menjadi salah satu saham dengan net sell asing terbesar, sekitar Rp886,53 miliar. BBRI juga mengalami net sell asing sekitar Rp645,12 miliar, sedangkan BBCA tercatat sekitar Rp242,36 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap saham perbankan besar belum sepenuhnya mereda. Sehari sebelumnya, investor asing juga mencatat net sell Rp1,42 triliun di pasar reguler, dengan BMRI dan BBRI termasuk saham yang paling banyak dilepas.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar masih mencermati kondisi global, pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, harga minyak serta arah rupiah. Sebelumnya, analis BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut IHSG berisiko melanjutkan koreksi apabila gagal kembali menembus area 6.300.
Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham justru mampu mencatat kenaikan tajam. Martina Berto (MBTO) menjadi salah satu top gainer dengan kenaikan 34,64 persen ke Rp206, sementara Hotel Sahid Jaya International (SHID) juga mencatat penguatan signifikan.
Penutupan perdagangan Jumat ini sekaligus menjadi akhir pekan yang penuh tekanan bagi IHSG. Investor kini akan mencermati apakah indeks mampu kembali ke atas 6.300 pada perdagangan pekan depan atau masih melanjutkan konsolidasi di kisaran level 6.200-an.
Bagi pelaku pasar, pergerakan saham big caps seperti BBRI, BBCA dan BMRI juga akan tetap menjadi perhatian karena bobotnya terhadap IHSG cukup besar. Namun, arah pasar berikutnya tetap akan dipengaruhi kombinasi arus dana asing, sentimen global, rupiah dan kondisi ekonomi domestik. (red)





