
JAKARTA – Bursa saham Indonesia akhirnya bangkit pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Setelah sehari sebelumnya IHSG terperosok hingga level 6.277,04, indeks berhasil rebound 97,87 poin atau 1,56 persen ke posisi 6.374,91.
Penguatan tersebut menjadi angin segar setelah IHSG sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa sesi. Data perdagangan menunjukkan 448 saham ditutup menguat, 186 saham melemah dan 159 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp12,81 triliun dengan volume 36,66 miliar saham.
Salah satu pemicu perhatian pasar datang dari keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. BI juga menahan Deposit Facility 4,75 persen dan Lending Facility 6,50 persen. Bank Indonesia menyebut keputusan tersebut bagian dari strategi menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Respons positif terlihat pada saham perbankan berkapitalisasi besar. Hingga sesi II, BBRI tercatat menguat 1,57 persen ke Rp3.230, BBCA naik 1,21 persen menjadi Rp6.275, sedangkan BMRI menguat 0,96 persen ke Rp4.200. BBNI juga naik 0,84 persen ke Rp3.600.
Sementara itu, sejumlah saham mencatat lonjakan jauh lebih tinggi dibanding pergerakan indeks. MPXL menjadi salah satu top gainer dengan kenaikan 34,15 persen, disusul FORU yang melesat 34,09 persen dan UNSP naik 24,27 persen. BREN juga menguat 3,64 persen.
Dari sisi sektoral, penguatan berlangsung cukup luas. Data perdagangan menunjukkan sektor barang baku naik sekitar 1,8 persen, sektor industri menguat sekitar 1,4 persen, sektor transportasi sekitar 1,1 persen, sementara sektor energi juga berada di zona hijau.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, sebelumnya memperkirakan IHSG memiliki peluang melakukan technical rebound setelah tekanan tajam pada perdagangan Selasa. Ia memproyeksikan area penguatan jangka pendek di sekitar 6.300–6.320, dengan support 6.200–6.220. Pergerakan aktual hari ini kemudian membawa IHSG melewati area tersebut hingga ditutup di 6.374,91.
Namun, penguatan indeks belum sepenuhnya menggambarkan kembalinya minat asing. Pada sesi pertama, investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp335,8 miliar. Saham MDKA, TINS, AMMN, INDY dan INCO menjadi sejumlah saham yang mencatat net buy asing pada sesi tersebut.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, sebelumnya mengatakan pasar akan mencermati hasil RDG BI, tekanan rupiah, kenaikan yield global, harga minyak dan perkembangan geopolitik. Dengan BI akhirnya mempertahankan suku bunga, perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada kemampuan IHSG menjaga penguatan dan bagaimana arus dana asing bergerak dalam perdagangan berikutnya.
Buat investor recehan, kawan, angka hari ini memang bikin napas sedikit lega: IHSG kembali ke atas 6.300 dan saham-saham bank besar ikut menghijau. Tetapi rebound satu hari tetap perlu dibaca bersama volume, arus asing dan kemampuan indeks bertahan di level penguatan berikutnya. Jadi, belum waktunya euforia berlebihan—kita lihat dulu apakah hijau ini mampu bertahan. (red)





