Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni.

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengalihkan kegiatan belajar di seluruh satuan pendidikan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR).

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah kesiapsiagaan menyusul sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terpantau hingga sejumlah wilayah, termasuk Tangsel.

PJJ berlaku bagi jenjang PAUD/TK, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.1/5613/Dikbud/2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, PJJ diterapkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik tanpa menghentikan proses pendidikan.

“Pelaksanaan PJJ ini merupakan langkah kesiapsiagaan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik, sekaligus memastikan hak anak atas layanan pendidikan tetap terpenuhi,” ujar Deden, Minggu (06/09/2026)

Menurutnya, sekolah tetap menjalankan pembelajaran melalui berbagai sarana digital yang tersedia, seperti Learning Management System (LMS), Google Classroom maupun platform daring resmi masing-masing satuan pendidikan.

Sekolah juga diminta memantau kegiatan belajar dan kehadiran guru serta siswa selama PJJ berlangsung.Deden menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Tangsel untuk memantau kualitas udara serta arah sebaran abu vulkanik.

“Perkembangan kondisi kualitas udara dan arah sebaran abu vulkanik terus kami pantau bersama instansi terkait. Kebijakan pembelajaran berikutnya akan menyesuaikan dengan kondisi dan hasil pemantauan di lapangan,” katanya. (red)

Artikulli paraprak14 Tahun Semanggi Center, Menjaga Ruang Buku dan Puisi
Artikulli tjetërKiasnawi Jadi Pintu Baru Menuju Pasar Anyar