
KOTA TANGERANG — Lapangan futsal mendadak menjadi ruang bertemunya semangat olahraga, persaudaraan dan kolaborasi insan media di Kota Tangerang. Sebanyak 14 tim dari berbagai organisasi wartawan ambil bagian dalam Fun Futsal Kemerdekaan Wali Kota Tangerang Cup Antar Organisasi Wartawan yang digelar di Lapangan Futsal WRB, Cipondoh, Rabu (26/08/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Bersinergi Perkuat Kolaborasi” itu tidak sekadar diarahkan untuk mencari pemenang. Momentum tersebut menjadi cara para jurnalis membangun komunikasi yang lebih cair sekaligus memperkuat hubungan antara media dan Pemerintah Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, olahraga dapat menjadi medium sederhana untuk menjaga hubungan antarsesama wartawan. Menurutnya, perbedaan organisasi maupun kompetisi di lapangan tidak seharusnya berkembang menjadi perpecahan di luar pertandingan.
“Kalau antara wartawan pada ribut, tertawa orang. Fungsinya mengedukasi masyarakat, memberikan contoh, kok malah berperilaku enggak bagus. Namanya pertandingan pasti ada kalah menang, yang penting silaturahminya,” ujar Sachrudin.
Ia menilai posisi media memiliki arti penting dalam pembangunan daerah. Selain menjalankan fungsi jurnalistik, wartawan turut membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan, program dan persoalan yang berkembang di lingkungan mereka. Karena itu, hubungan yang sehat antarpelaku media menjadi bagian dari ekosistem komunikasi publik yang konstruktif.
Sachrudin kemudian mengaitkan kolaborasi tersebut dengan pendekatan pentahelix. Konsep ini menempatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media sebagai lima unsur yang perlu bergerak bersama. Menurut dia, kemajuan daerah tidak mungkin hanya mengandalkan kerja pemerintah tanpa dukungan berbagai elemen masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa sendiri. Butuh partisipasi dan kepedulian, termasuk media. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, semua satu kesatuan kalau kita mau maju,” tegasnya.
Semangat kolaborasi itu semakin relevan di tengah besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, akurat dan mudah dipahami. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor informasi dan komunikasi menjadi salah satu bagian penting dalam struktur perekonomian Indonesia seiring meningkatnya aktivitas digital dan kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi.
Di sisi lain, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk menerjemahkan kembali makna perjuangan dalam konteks kekinian. Jika dahulu persatuan menjadi kekuatan menghadapi penjajahan, kini semangat serupa dapat diwujudkan melalui kerja bersama, kepedulian sosial serta kontribusi positif bagi masyarakat.
Sachrudin mengapresiasi inisiatif insan media yang menggagas turnamen tersebut. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda olahraga, tetapi dapat melahirkan komunikasi yang semakin kuat dan hubungan yang lebih solid antara sesama wartawan maupun dengan pemerintah.
“Saya sangat mengapresiasi teman-teman media yang telah berinisiatif merancang kegiatan ini. Mudah-mudahan pertandingan ini semakin menguatkan persatuan dan persaudaraan kita. Semangat perjuangan para pahlawan harus terus kita hidupkan untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan sejahtera. Dari Kota Tangerang untuk Indonesia!” pungkasnya. (red)





