Tangsel Terang 2026, Pemkot Bangun 3.280 Titik Lampu Jalan Baru Demi Keamanan Warga. (foto ilustrasi AI)

TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mempercepat pemerataan infrastruktur penerangan melalui program Tangsel Terang. Pada 2026, sebanyak 3.280 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru ditargetkan terbangun sebagai upaya meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat di seluruh wilayah kota.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, penerangan jalan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, keselamatan pengguna jalan, hingga menekan potensi tindak kriminalitas pada malam hari. Karena itu, pemerintah terus mengalokasikan pembangunan PJU secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke kawasan permukiman.

“Melalui program Tangsel Terang, kami berkomitmen menghadirkan penerangan jalan yang merata di seluruh wilayah. Ribuan titik PJU baru kami bangun agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan produktif, baik di jalan utama maupun lingkungan permukiman,” ujar Benyamin Davnie, Selasa (14/7/2026).

Benyamin juga menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mempercepat penanganan setiap laporan masyarakat terkait lampu jalan yang padam atau mengalami gangguan. Menurutnya, respons cepat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan seluruh fasilitas penerangan tetap berfungsi optimal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan Ayep Jajat Sudrajat menjelaskan, selain pembangunan PJU baru, pihaknya terus mengintensifkan pemeliharaan jaringan penerangan yang telah ada. Hingga 30 Juni 2026, Dishub telah menyelesaikan perbaikan 2.718 titik lampu yang tersebar di 1.788 lokasi di seluruh Kota Tangerang Selatan.

Ayep mengungkapkan, progres pembangunan PJU baru saat ini telah mencapai sekitar 20 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada triwulan IV 2026. Untuk mengejar target tersebut, Dishub menerapkan percepatan administrasi proyek, pengawasan berkala di lapangan, serta evaluasi rutin terhadap seluruh pelaksanaan pekerjaan.

“Kami terus melakukan monitoring agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai jadwal. Dengan pengawasan yang konsisten, kami optimistis target pembangunan dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran,” kata Ayep.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seluruh PJU baru kini secara bertahap menggunakan lampu LED yang lebih hemat energi dibandingkan lampu SON-T. Selain mampu menekan konsumsi listrik, teknologi LED juga memiliki usia pakai lebih panjang sehingga biaya operasional dan perawatan menjadi lebih efisien. Tak hanya itu, panel listrik PJU juga dilengkapi Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection (RCBO) yang memberikan perlindungan terhadap korsleting, beban berlebih, serta kebocoran arus listrik.

Pembangunan PJU diprioritaskan berdasarkan usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), terutama pada jalan lokal sekunder, kawasan permukiman, jalan lingkungan hingga gang yang selama ini belum memiliki penerangan memadai. Meski menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga material dan penyesuaian lokasi pemasangan tiang lampu, Dishub berharap dukungan masyarakat agar program Tangsel Terang dapat berjalan lancar dan seluruh target pembangunan selesai sesuai rencana.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan keberadaan penerangan jalan yang memadai berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan lalu lintas, mengurangi risiko kecelakaan pada malam hari, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setelah matahari terbenam. Melalui program Tangsel Terang, Pemkot Tangerang Selatan berharap kualitas pelayanan infrastruktur perkotaan semakin meningkat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh warga. (red)

Artikulli paraprakElite Bertarung, Rakyat Menanggung: Siapa Sebenarnya Menjaga Kepercayaan Publik?