
TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu langkah strategis membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Program yang menjadi prioritas nasional tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas generasi muda sekaligus menekan risiko stunting dan masalah gizi pada anak.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan pemenuhan kebutuhan gizi anak merupakan fondasi utama dalam pembangunan SDM. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas sekolah dan tenaga pendidik, tetapi juga kondisi kesehatan peserta didik yang harus didukung asupan gizi yang memadai.
“Kebutuhan gizi anak menjadi prioritas pembangunan SDM. Anak-anak yang sehat akan lebih siap belajar, lebih produktif, dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi generasi unggul di masa depan,” ujar Benyamin dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar penyediaan makanan bagi siswa, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian, anak-anak diharapkan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, perkembangan fisik yang optimal, serta kesehatan mental yang lebih terjaga.
Dukungan Pemkot Tangsel terhadap program tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional (BGN), satuan pendidikan, serta berbagai pihak terkait agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.
Langkah pengawasan juga terus dilakukan, mulai dari kualitas bahan pangan, proses distribusi makanan, hingga aspek keamanan dan kebersihan konsumsi. Hal tersebut dinilai penting agar setiap makanan yang diterima siswa memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan dan aman dikonsumsi.
Berdasarkan data pemerintah pusat, program MBG menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat penurunan angka stunting nasional yang masih menjadi tantangan pembangunan kesehatan. Sementara di Tangerang Selatan sendiri, prevalensi stunting yang beberapa tahun lalu sempat mendekati 20 persen berhasil ditekan hingga berada di kisaran satu digit dan terus ditargetkan turun dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut Benyamin, pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas manusianya. Karena itu, investasi pada sektor kesehatan dan pendidikan harus berjalan beriringan. Program pemenuhan gizi menjadi salah satu upaya konkret untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik.
“Ketika anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, mereka bisa belajar lebih optimal. Pada akhirnya hal itu akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM dan daya saing daerah di masa depan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari pemerintah pusat, penyelenggara program, tenaga pendidik, hingga para orang tua siswa. Menurutnya, keberhasilan menciptakan generasi unggul tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat.
Melalui program tersebut, Pemkot Tangsel berharap semakin banyak anak yang memperoleh akses terhadap makanan bergizi dan tumbuh dalam kondisi sehat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan generasi emas Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara fisik dan mental dalam menghadapi tantangan masa depan. (red)





