
TANGSEL – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan mendorong warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisiatif membangun portal swadaya di perlintasan sebidang Jalan Raya Rawa Buntu, tepatnya di bawah Jembatan Rawa Buntu. Portal tersebut direncanakan berfungsi sebagai palang buka-tutup sederhana untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan di lokasi yang hingga kini belum memiliki pintu perlintasan resmi.
Gagasan tersebut lahir dari kolaborasi unsur tiga pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat. Selain pembangunan fisik portal, warga juga berencana menyiapkan petugas jaga dari lingkungan sekitar yang akan bertugas membuka dan menutup portal saat kereta api melintas.
Lurah Rawa Buntu, Darmawan, mengatakan keselamatan masyarakat menjadi alasan utama munculnya inisiatif tersebut. Menurutnya, perlintasan di bawah jembatan Rawa Buntu merupakan salah satu titik yang cukup padat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki setiap harinya.
“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap keselamatan masyarakat. Kami berharap keberadaan portal dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan saat melintasi jalur kereta api,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Buntu, Heri Priyano. Ia menjelaskan bahwa pembangunan portal dilakukan secara gotong royong oleh warga sebagai langkah preventif sambil menunggu adanya penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait fasilitas keselamatan perlintasan kereta api.
“Ini bentuk kepedulian warga terhadap keselamatan bersama, khususnya di perlintasan kereta yang belum dijaga pintu resmi. Harapannya pengguna jalan lebih berhati-hati dan risiko kecelakaan bisa ditekan,” kata Heri, Minggu (25/05/2026).
Menurut data Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, kecelakaan di perlintasan sebidang masih menjadi salah satu penyebab insiden transportasi yang cukup tinggi di Indonesia. Faktor kurangnya fasilitas pengamanan serta rendahnya disiplin pengguna jalan saat melintas kerap menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.
Sementara itu, Sugeng, pengelola parkir di kawasan sekitar, mengungkapkan bahwa perlintasan di bawah Jembatan Rawa Buntu sudah beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk ketika arus kendaraan meningkat.
“Karena kecelakaan kerap terjadi, akhirnya muncul kepedulian dari warga bersama tiga pilar untuk membuat palang inisiatif agar pengguna jalan lebih waspada,” ujarnya.
Pembangunan portal nantinya akan dilakukan secara swadaya, mulai dari pengadaan material hingga pengaturan jadwal penjagaan. Warga berharap langkah sederhana tersebut mampu menjadi solusi sementara untuk meningkatkan keselamatan, sekaligus mendorong perhatian lebih lanjut terhadap kebutuhan fasilitas pengamanan di perlintasan kereta api yang masih belum dilengkapi palang resmi. (red)





