
TANGSEL – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, masyarakat sering kali dihadapkan pada kabar yang belum tentu benar. Situasi ini semakin terasa saat momentum Ramadan hingga Idulfitri, ketika berbagai informasi menyebar begitu cepat di media sosial. Untuk menjaga ketenangan publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan (Diskominfo Tangsel) memperkuat peran sebagai sumber informasi resmi dan terpercaya bagi masyarakat.
Di kota yang dinamis seperti Tangerang Selatan, kepastian informasi menjadi kebutuhan penting bagi warga. Pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan kabar terbaru, tetapi juga informasi yang telah terverifikasi sehingga dapat dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Diskominfo Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menegaskan bahwa kecepatan arus informasi di media sosial saat ini menuntut pemerintah untuk bergerak lebih sigap. Tanpa langkah cepat, masyarakat berisiko terpapar kabar yang belum jelas kebenarannya.
“Informasi yang kita hadapi sekarang di media sosial luar biasa cepat. Karena itu Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus bisa mengejar arus tersebut dan tidak boleh tertinggal,” ujar Asep Nurdin dalam keterangannya, Kamis (12/03/2026).
Menurutnya, salah satu fokus utama Diskominfo adalah memerangi penyebaran hoaks yang kini semakin marak di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa kabar bohong tidak hanya dapat menyesatkan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan jika tidak segera diluruskan.
“Hoaks sekarang bertebaran di mana-mana. Ini menjadi perhatian kami agar masyarakat, bahkan pemerintah sendiri, tidak menjadi korban informasi yang menyesatkan,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Diskominfo Tangsel menyediakan berbagai kanal informasi resmi yang dapat diakses publik untuk melakukan verifikasi data. Salah satunya melalui platform PAGAR Tangsel (Pantau Harga Pasar), yang menyajikan informasi harga bahan pokok di berbagai pasar wilayah Tangsel secara berkala sehingga masyarakat dapat memperoleh data yang akurat.
Tak hanya itu, Diskominfo juga rutin menggelar program literasi digital bagi masyarakat. Pelatihan yang diberikan secara gratis dan bersertifikat ini bertujuan meningkatkan kemampuan warga dalam memilah informasi, memahami etika bermedia sosial, serta mengenali ciri-ciri berita palsu.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap masyarakat semakin cerdas dalam menghadapi arus informasi di ruang digital. Dengan literasi yang kuat dan akses terhadap sumber informasi resmi, warga diharapkan dapat menjalani aktivitas, termasuk selama Ramadan hingga Idulfitri, dengan lebih tenang dan penuh kepastian. (red)





