Aset Tak Terpakai Disulap Jadi PAD, Pemkab Serang Gelar Lelang Online Hingga Kantongi Rp3,1 Miliar

KAB. SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berhasil mengoptimalkan aset-aset lama yang sudah tak terpakai menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari lelang yang digelar hingga ratusan aset milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemkab Serang mengantongi Rp3,1 miliar.

Berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang, aset yang dilelang terdiri dari 54 unit kendaraan roda empat, 28 unit kendaraan roda dua, serta 944 unit scrap.

Kepala Bidang Aset Daerah pada BPKAD Kabupaten Serang, Erwin Setiawan mengatakan, dari total 59 unit kendaraan roda empat yang dilelang pada 23 Januari lalu, terdapat lima unit yang tidak memiliki pemenang.

“Kemudian roda dua itu dari 28 unit yang ada pemenang lelangnya ada sekitar 12 unit,” katanya di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Selasa (10/2/2026).

Selain kendaraan, sebanyak 944 unit aset berbentuk scrap juga dilelang dan seluruhnya berhasil terjual.

Erwin mengungkapkan, aset yang dilelang merupakan barang milik perangkat daerah yang sudah tidak digunakan atau dalam kondisi rusak berat.

“Khususnya kendaraan itu sudah tidak digunakan oleh OPD, rata-rata kondisinya memang sudah rusak berat ataupun kurang baik,” tegasnya.

Dari hasil lelang tersebut, Pemkab Serang memperoleh PAD sebesar Rp3,1 miliar.

“Sekarang pemenang lelang yang belum menyelesaikan administrasinya, melengkapi berkas yang diperlukan.Tetapi untuk penyimpanan mereka sudah, tinggal proses administrasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses lelang dilakukan secara online dengan harga yang telah melalui penilaian oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Untuk aset yang belum terjual, Pemkab Serang berencana melakukan lelang ulang tahun ini setelah berkoordinasi dengan pihak kantor lelang.

“Target kita sisa itu dihabiskan dulu, baru setelah itu akan proses dari awal lagi terhadap aset-aset yang belum masuk lelang,” ujarnya.

Erwin menambahkan, rata-rata kendaraan yang dilelang berusia di atas 10 tahun. Sebagian masih bisa berfungsi, namun banyak yang mengalami kerusakan parah.

Menurutnya, sebagian besar kendaraan roda empat tersebut merupakan kendaraan dinas bekas pakai Sekretaris Camat (Sekmat).

“Kalaupun dilakukan perawatan, biayanya cukup tinggi sehingga kita lelang,” tutupnya.

Artikulli paraprakKejar Target PAD, Pemkot Tangerang Luncurkan Pekan Panutan Pajak
Artikulli tjetërSajian Mie Goreng Jepang yang Mudah dan Nikmat, Ini Resep Lengkapnya!