Pengiriman Sampah ke Cilowong Disetop, Pemkot Tangsel Tancap Gas Jaga Kota Tetap Bersih

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal, menyusul kebijakan Pemerintah Kota Serang yang menghentikan sementara pengiriman sampah ke TPAS Cilowong.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa gangguan teknis di daerah mitra tidak akan mengganggu kenyamanan masyarakat. Ia memastikan roda pelayanan tetap berputar dan pemerintah hadir penuh di tengah situasi darurat.

“Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara,” ujar Benyamin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/1/2026).

Alihkan Sampah, Tangsel Amankan 200 Ton per Hari

Sebagai langkah cepat, Pemkot Tangsel langsung menjalin kerja sama alternatif. Mulai Rabu (7/1/2026), pembuangan sampah dialihkan ke wilayah Cileungsi.

Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim selama 14 hari ke depan. Skema ini disiapkan untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah di kawasan permukiman maupun ruang publik.

Langkah darurat ini juga dibarengi dengan penguatan koordinasi lintas perangkat daerah.

“Saya sudah instruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan terkoordinasi. Penanganan titik prioritas, pengaturan ritase armada, dan penguatan pengelolaan di tingkat hulu terus kami lakukan,” tambahnya.

Warga Diminta Tenang, Sistem Akan Dievaluasi Total

Benyamin turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Ia menegaskan persoalan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan warga.

Lebih dari sekadar solusi jangka pendek, situasi ini disebut menjadi pemicu evaluasi besar terhadap sistem pengelolaan sampah di Tangsel agar tidak terus bergantung pada pola darurat antardaerah.

“Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah,” pungkas Benyamin.

Berita sebelumyaGokil! Tuna Bluefin Pertama di Jepang Dijual Seharga Rp 54,7 Miliar
Berita berikutnyaSetahun Perang Lawan Judol: Bareskrim Ungkap 664 Kasus, Sita Rp 286 Miliar