Tangsel Flona Festival 2025: Saat Anggrek Jadi Simbol Cinta dan Kreativitas Kota

SERPONG – Suasana ITC BSD, Serpong, akhir pekan ini diselimuti warna-warni keindahan flora. Ribuan pengunjung tampak antusias menghadiri Tangsel Flona Festival 2025, ajang tahunan yang merayakan pesona tanaman hias dan menjadi panggung bagi para pecinta anggrek untuk menyalurkan kreativitas mereka.

Ketua Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Kota Tangerang Selatan, Tini Indrayanthi Benyamin, mengatakan festival ini bukan sekadar pameran bunga, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat cinta terhadap anggrek, ikon kebanggaan Kota Tangsel.

“Tangsel Flona adalah ikonnya anggrek, jadi kita melestarikannya dengan sungguh-sungguh. Alhamdulillah saya merasa mendapatkan energi positif kembali untuk lebih semangat, apalagi untuk komunitas Anggrek khususnya yang ada di Tangerang Selatan,” ujar Tini.

Ia menambahkan, kehadiran festival ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi masyarakat tentang kekayaan tanaman hias, terutama anggrek Douglas, varietas unggulan khas Tangsel yang kini semakin digemari para penghobi tanaman.

“Halo Abang-None, semuanya warga masyarakat Tangerang Selatan datang ke Flona Festival 2025 yang ada di BSD Kota Tangerang Selatan karena bukan hanya pameran anggrek, tapi juga ada KNA, dan lainnya, serta juga ada edukasi-edukasi yang InsyaAllah akan memberikan wawasan kita lagi dan pengetahuan kita lagi tentang anggrek ini,” jelasnya.

Selain pameran anggrek dari berbagai komunitas, pengunjung juga dapat menikmati beragam kegiatan seru seperti lomba hias tanaman hias, edukasi flora-fauna, hingga bazar produk kreatif lokal.

Tangsel Flona Festival 2025 berlangsung selama 8–15 November 2025, diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), bekerja sama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan komunitas pecinta tanaman.

Festival ini bukan hanya ajang hiburan, tapi juga wujud nyata kepedulian Pemkot Tangsel terhadap pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis flora dan fauna.

Artikulli paraprakHujan Deras Bikin Tembok Ambruk di CIlegon, PMI Bergerak Pulihkan Akses Warga
Artikulli tjetërLewat 13 Program Akselerasi, Kemenimipas Wujudkan Kepedulian Sosial untuk Warga Badui