
TANGSEL – Transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menunjukkan hasil nyata. Selain mempercepat pelayanan publik, penerapan sistem digital juga terbukti meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak dan retribusi daerah sehingga berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Atas capaian tersebut, Tangsel berhasil meraih predikat Terbaik I Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2025 untuk wilayah Jawa-Bali.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan pemerintah daerah dalam memperluas transaksi digital, memperkuat tata kelola keuangan, serta mengintegrasikan layanan berbasis elektronik. Program TP2DD sendiri merupakan inisiatif nasional yang didorong Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan sejumlah kementerian serta lembaga lainnya guna mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pelayanan publik semakin efektif, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan birokrasi yang mampu menjawab tuntutan masyarakat modern.
“Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan agar layanan publik semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Benyamin Davnie, Senin (22/6/2026).
Selain menerapkan sistem pembayaran pajak dan retribusi secara non-tunai, Pemkot Tangsel juga memperkuat infrastruktur digital melalui penataan jaringan fiber optik bawah tanah dan penyediaan layanan WiFi publik berbasis IPv6. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas layanan pemerintahan berbasis elektronik.
Sementara Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menilai digitalisasi harus mengikuti pola aktivitas masyarakat yang semakin dinamis. Menurutnya, berbagai layanan pemerintahan kini harus dapat diakses dari mana saja tanpa harus datang ke kantor pelayanan.
“Sekarang segala pelayanan harus dilakukan dari rumah karena orang-orang semakin sibuk. Ibu rumah tangga pun punya pekerjaan lain, seperti jualan online sambil mengurus anak,” kata Pilar.
Keberhasilan Tangsel pun menarik perhatian sejumlah pemerintah daerah. Salah satunya Pemerintah Kota Tanjungbalai yang melakukan studi komparatif untuk mempelajari penerapan digitalisasi pelayanan dan pengelolaan keuangan daerah yang telah dijalankan di Tangsel.
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina mengatakan Tangsel menjadi salah satu referensi terbaik dalam pengembangan sistem digital pemerintahan. “Kami mendapat banyak gambaran bagaimana sistem di Tangsel bisa diaplikasikan di Tanjungbalai. Alasannya jelas, Tangsel adalah TP2DD terbaik dan sangat optimal mengelola potensi daerah,” ujarnya.
Benyamin menegaskan penghargaan tersebut bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan terintegrasi. Dengan penguatan ekosistem digital, Pemkot Tangsel optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengoptimalkan potensi penerimaan daerah secara berkelanjutan. (red)





