
KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang kembali memastikan kesiapan infrastruktur digital untuk mendukung pelaksanaan pra-Sistem Penerimaan Murid Baru (Pra-SPMB) 2026. Namun, di balik optimisme tersebut, publik masih menyimpan pertanyaan klasik: apakah sistem benar-benar siap menghadapi lonjakan akses, atau akan kembali diuji oleh gangguan teknis seperti tahun-tahun sebelumnya?
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengklaim telah menyiapkan server khusus untuk menopang tingginya trafik, mengingat proses pendaftaran melibatkan ratusan ribu orang tua calon peserta didik secara bersamaan.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menyatakan bahwa berbagai langkah antisipatif telah dilakukan, termasuk pengujian sistem melalui sejumlah skenario beban tinggi.
“Kami sudah melakukan simulasi untuk memastikan server tetap stabil. Ini penting agar tidak terjadi gangguan saat akses meningkat,” ujarnya, Senin (13/04/2026).
Meski demikian, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa lonjakan akses pada jam-jam tertentu kerap memicu kendala, mulai dari lambatnya sistem hingga sulitnya pengguna mengakses laman pendaftaran. Situasi ini sering menimbulkan kepanikan di kalangan orang tua.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Diskominfo menerapkan pemantauan server selama 24 jam dengan sistem pengawasan berlapis. Petugas disiagakan dalam dua shift untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani.
“Kalau ada kendala, kami pastikan respons cepat. Sistem kami dipantau terus-menerus,” tegas Mugiya.
Di sisi lain, pemerintah juga menyediakan layanan bantuan melalui help desk Dinas Pendidikan serta kanal pengaduan digital seperti aplikasi LAKSA untuk menampung keluhan masyarakat.
Namun, kesiapan teknis bukan satu-satunya tantangan. Tingginya animo masyarakat terhadap sekolah negeri membuat waktu akses menjadi sangat krusial. Dalam kondisi tertentu, keterlambatan beberapa menit saja bisa berdampak pada peluang diterima.
Situasi ini menuntut sistem yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu memberikan akses yang adil dan merata bagi seluruh pengguna. Transparansi dan stabilitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
Pra-SPMB 2026 pun menjadi momentum pembuktian. Apakah kesiapan server yang telah disiapkan mampu menjawab kekhawatiran lama, atau justru kembali menghadirkan persoalan yang sama setiap tahunnya. (red)





