
TANGSEL – Membayar pajak kini semudah menjentikkan jari di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel sukses melakukan transformasi digital, memangkas birokrasi manual yang dulu dianggap membebani masyarakat.
Kasubid Pengolahan Data dan Informasi Bapenda Tangsel, Sura Fabio Mangaraja, menegaskan bahwa pergeseran ke arah paperless bukan lagi sekadar wacana. Sejak 2017, pihaknya konsisten mendigitalisasi layanan, mulai dari pendaftaran, pengajuan, hingga pembayaran untuk sektor strategis seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Pelayanan BPHTB dan pajak daerah lainnya sudah bisa dilakukan dari rumah. Cukup buat akun, unggah dokumen, dan pantau validasi secara real-time,” ujar Sura di Gedung Bapenda Serpong, Kamis (25/6/2026).
Langkah ini didukung penuh oleh integrasi pembayaran modern melalui Virtual Account (VA) dan QRIS. Inovasi tersebut terbukti efektif menghilangkan ketergantungan wajib pajak pada teller bank, sekaligus meminimalisir risiko berkas tercecer atau hilang yang sering terjadi di era konvensional.
Tak hanya soal kenyamanan, digitalisasi ini menjadi “senjata” utama Bapenda dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak yang saat ini berada di angka 70 persen. Sura meyakini, semakin sederhana prosesnya, semakin besar snowball effect terhadap kesadaran masyarakat dalam berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Sistem online juga menutup celah interaksi langsung yang berpotensi dimanfaatkan oknum. Semua proses tercatat dan dapat ditelusuri secara transparan,” tambahnya.
Efisiensi pun semakin diperkuat dengan integrasi data. Sejak 2025, Bapenda Tangsel telah menyinkronkan data dengan Kementerian ATR/BPN dengan menyandingkan Nomor Objek Pajak (NOP) dan Nomor Induk Bidang (NIB). Langkah ini membuat validitas data objek pajak jauh lebih akurat dan optimal bagi penerimaan daerah.
Untuk sektor lainnya, seperti pajak air tanah dan usaha, Bapenda mengandalkan aplikasi PADL. Meski begitu, Sura memastikan transisi ini tetap inklusif. Bapenda tetap menyediakan layanan pendampingan bagi masyarakat yang masih kesulitan mengakses teknologi.
Sebagai visi jangka panjang, Bapenda Tangsel kini tengah mematangkan rencana pengembangan Super App. Platform terintegrasi ini ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan untuk menyatukan seluruh layanan perpajakan dalam satu genggaman. (red)





