
TANGSEL – Suasana Masjid Jami Al-Ikhlas Jelupang, Serpong Utara, Rabu (25/02/2026), terasa berbeda. Di antara saf jemaah yang khusyuk, ada wajah-wajah sederhana yang selama ini setia menjaga cahaya masjid tetap menyala—imam, marbot, dan guru ngaji. Di momen Safari Ramadan 1447 Hijriah inilah, perhatian itu datang menyapa mereka secara langsung.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, memulai putaran pertama Safari Ramadan dengan menyerahkan bantuan insentif bagi para pengabdi masjid di 54 kelurahan se-Tangsel. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp405 juta.
“Kami hadir bukan hanya membawa program, tapi juga silaturahmi dan penghargaan atas pengabdian yang mungkin jarang terlihat, tapi sangat terasa manfaatnya,” ujar Benyamin di hadapan jemaah.
Bagi para imam dan guru ngaji, bantuan sebesar Rp500 ribu per orang mungkin bukan angka besar. Namun, perhatian itu menjadi penguat di tengah rutinitas mereka membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an dan menjaga rumah ibadah tetap hidup.
Wakil Ketua II Baznas Tangsel, Ahmad Rifai, menjelaskan setiap kelurahan mendapat alokasi untuk 25 penerima manfaat. “Ini khusus momentum Ramadan. Sementara insentif rutin bulanan tetap berjalan melalui program kesejahteraan dari Bagian Kesra,” katanya.

Benyamin juga menegaskan, penyaluran diprioritaskan bagi mereka yang belum pernah menerima sebelumnya. Menurutnya, Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperluas manfaat dan memastikan apresiasi menyentuh lebih banyak pihak. Selain itu, Pemkot Tangsel membuka peluang hibah bagi masjid yang sedang dalam proses pembangunan, sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap sarana ibadah.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat menjaga Ramadan tetap damai dan penuh keberkahan. “Mari kita jalani bulan suci ini dengan menjaga harmonisasi lingkungan. Hindari hal-hal yang bisa mengganggu ketertiban, rayakan dengan bijak,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan yang memulai Safari Ramadan di Masjid Al-Muhajirin Pakualam menegaskan kegiatan ini adalah ruang dialog, bukan sekadar agenda simbolis. “Kami ingin mendengar langsung masyarakat. Kalau ada aspirasi, sampaikan. Pembangunan akan berhasil jika kita saling mendukung,” ujarnya.
Safari Ramadan akan terus berlanjut ke kecamatan lainnya. Di setiap masjid yang dikunjungi, bukan hanya bantuan yang dibagikan, tetapi juga pesan bahwa pemerintah hadir untuk mereka yang selama ini menjaga denyut spiritual kota—dengan doa, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrih. (red)





