Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie

TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kembali mengalihkan seluruh pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciliwong, Serang, Banten, sebagai langkah memastikan distribusi sampah berjalan lancar dan terkendali.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan pengiriman sampah dilakukan secara terpusat dengan pengawalan dari unsur TNI dan Kepolisian guna menjaga kelancaran operasional.

“Hari ini semuanya kita arahkan ke Ciliwong dengan pengawalan TNI dan Kepolisian. Kerja sama dengan TPA Ciliwong sudah berjalan,” ujar Benyamin, Minggu (01/02/2026).

Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel menargetkan kapasitas pengangkutan maksimal hingga 400 ton sampah per hari, dengan pengaturan ritase armada sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kapasitas kerja sama maksimal 400 ton per hari. Ritase truk kita atur agar semua sampah bisa terangkut ke Ciliwong,” jelasnya.

Kerja sama dengan TPA Ciliwong sendiri telah dimulai sejak awal Januari 2026. Pada tahap awal, jumlah armada masih terbatas karena adanya proses penataan di lokasi TPA, sebelum akhirnya kapasitas angkut ditingkatkan secara bertahap.

“Sebelumnya hanya sekitar 10 hingga 20 truk per hari karena proses penataan. Sekarang sudah meningkat hingga 30 truk, bahkan bisa mencapai 70 truk per hari,” ungkap Benyamin.

Dengan kapasitas tersebut, sekitar 280 hingga 400 ton sampah per hari kini dapat ditampung dan diangkut ke TPA Ciliwong, sehingga Pemkot memastikan pengiriman dapat berjalan secara maksimal tanpa penumpukan di wilayah kota.

Pengangkutan sampah mencakup hampir seluruh wilayah di tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan, dengan sistem pengumpulan dari rumah warga ke depo atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS), sebelum diangkut setiap hari ke TPA.

“Pengalihan penuh ke Ciliwong dilakukan karena sebelumnya sempat ada kendala pembuangan. Kini sistem sudah berjalan lebih lancar,” pungkasnya. (jn)

Artikulli paraprakBelum Ada Kasus Nipah, Dinkes Tangerang Perkuat Kesiapsiagaan
Artikulli tjetërDari Pers Sehat ke Kota Bersih, Pilar Saga Ajak Media Bergerak